Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Dari Kartini ke Nyai Walidah: Meneguhkan Arah Pendidikan Muhammadiyah Berkemajuan di Lamongan

MuhammadiyahLamongan.com- Setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia mengenang sosok perempuan luar biasa, R.A. Kartini. Ia bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan pelopor kesadaran bahwa pendidikan adalah jalan pembebasan. Dalam keterbatasan ruang dan tradisi pada masanya, Kartini menyalakan cahaya pengetahuan, terutama bagi kaum perempuan yang kala itu terpinggirkan dari akses pendidikan.

Sejalan dengan semangat itu, Muhammadiyah memiliki tokoh perempuan yang tak kalah visioner, yakni Nyai Walidah Ahmad Dahlan. Istri pendiri Muhammadiyah ini bukan hanya pendamping, tetapi penggerak utama dalam memajukan pendidikan perempuan melalui organisasi ‘Aisyiyah. Ia membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Kartini dan Nyai Walidah hadir dalam konteks zaman yang berbeda, tetapi memiliki titik temu yang kuat: keduanya menjadikan pendidikan sebagai instrumen perubahan. Kartini menggugat ketertinggalan melalui pemikiran dan tulisan, sedangkan Nyai Walidah menggerakkan perubahan melalui amal nyata, membangun sistem pendidikan yang terorganisir dan berkelanjutan.

Dalam konteks kekinian, khususnya di Kabupaten Lamongan, semangat tersebut terus dihidupkan melalui gerakan pendidikan Muhammadiyah. Majelis Dikdasmen dan PNF PD Muhammadiyah Lamongan sebagai penyelenggara pendidikan di tingkat daerah mengelola tidak kurang dari 214 lembaga pendidikan, yang terdiri atas 13 SD, 114 MI, 29 SMP/MTs, 11 SMA, 11 MA, 13 SMK, serta 1 PKBM. Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan amanah besar untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkemajuan.

Dengan jaringan yang luas tersebut, Majelis Dikdasmen dan PNF PD Muhammadiyah Lamongan bertekad kuat mewujudkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan. Unggul dalam prestasi akademik dan non-akademik, unggul dalam penguatan karakter dan akhlak, serta unggul dalam tata kelola kelembagaan. Sementara itu, berkemajuan dimaknai sebagai kemampuan untuk terus beradaptasi, berinovasi, dan menjawab tantangan zaman, termasuk dalam era digital dan globalisasi pendidikan.

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu menjadi refleksi dan koreksi bersama. Pertama, pendidikan Muhammadiyah harus terus memperluas akses dan keadilan pendidikan, sebagaimana diperjuangkan Kartini. Dengan jumlah lembaga yang besar, pemerataan mutu menjadi tantangan utama. Jangan sampai terjadi kesenjangan kualitas antar satuan pendidikan.

Kedua, penguatan peran perempuan dalam kepemimpinan pendidikan perlu terus ditingkatkan, meneladani Nyai Walidah. Di tengah banyaknya lembaga pendidikan yang dikelola, keterlibatan perempuan dalam posisi strategis akan semakin memperkuat arah gerakan pendidikan Muhammadiyah.

Ketiga, inovasi pembelajaran harus menjadi prioritas. Jaringan 213 lembaga pendidikan harus menjadi kekuatan kolektif untuk saling berbagi praktik baik, mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi, serta meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Keempat, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan harus tetap menjadi fondasi utama. Di tengah arus perubahan yang begitu cepat, sekolah dan madrasah Muhammadiyah harus tetap menjadi benteng moral sekaligus pusat pencerahan.

Perjuangan Kartini dan Nyai Walidah sejatinya belum selesai. Tantangan hari ini mungkin berbeda, tetapi esensinya sama: bagaimana menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mencerahkan, dan memajukan.

Dengan kekuatan jaringan yang dimiliki serta komitmen yang terus diteguhkan, pendidikan Muhammadiyah di Lamongan memiliki modal besar untuk menjadi pelopor pendidikan unggul berkemajuan di tingkat daerah bahkan nasional.

Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang mencerdaskan, tetapi juga tentang memanusiakan dan memuliakan kehidupan.

Penulis: M. Said, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Hebat! Murid SD Musaka Antusias Ikuti International Kangaroo Mathematics Contest 2026

Read next
0
Share