Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Semarak Pawai Ta’aruf Akbar: Merajut Ukhuwah Muhammadiyah Padenganploso

MuhammadiyahLamongan.com – Suasana semarak dan penuh semangat membanjiri jalan-jalan Desa Padenganploso saat Perguruan Muhammadiyah Padenganploso menggelar Pawai Ta’aruf Akbar dalam rangka peringatan Akhirussanah Tahun Ajaran 2024/2025, pada Sabtu (21/6/2025).

Pawai ini diikuti oleh seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah di bawah naungan Perguruan Muhammadiyah Padenganploso, mulai dari PAUD ‘Aisyiyah, TK ABA, MI Muhammadiyah 02, hingga MTs Muhammadiyah 30. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh seluruh Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah di lingkungan Padenganploso, seperti ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci, dan Pemuda Muhammadiyah.

Kemeriahan pawai semakin terasa dengan penampilan dua unit drumband, yakni dari MI Muhammadiyah 02 dan MTs Muhammadiyah 30. Irama semangat dari dentuman bass drum, tabuhan snare, dan hembusan terompet mengiringi langkah peserta pawai dan memikat perhatian warga yang menyaksikan dari pinggir jalan.

Barisan pawai tampak semarak dengan warna-warni kostum dan simbol identitas masing-masing lembaga dan ortom. Tapak Suci menampilkan keberanian, IPM membawa semangat pelajar, sedangkan ‘Aisyiyah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah menampilkan kelembutan dan keteduhan dalam senyum yang dibagikan kepada para penonton. Warga sekitar pun turut menikmati dan menyambut hangat rombongan peserta yang melintasi jalan desa.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar-lini Muhammadiyah di Padenganploso, menumbuhkan rasa memiliki, serta menampilkan kekompakan dan keragaman aktivitas di lingkungan persyarikatan.

Guru MTs Muhammadiyah 30 Padenganploso, Alfi Himmaturrosyidah, menyampaikan, “Pawai ini adalah simbol bahwa kita satu keluarga besar. Kita ingin anak-anak, guru, ortom, dan masyarakat berjalan bersama dalam semangat yang sama.”

Tak hanya menjadi penutup tahun ajaran, pawai ini juga menjadi ruang pertemuan yang penuh makna. Anak-anak bergembira, para guru saling menyapa, dan masyarakat dapat melihat langsung kiprah Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan pawai ditutup dengan berkumpul bersama di halaman sekolah, diselingi doa dan ucapan terima kasih. Meski langkah kaki berhenti di garis akhir, rasa saling terhubung antar-lembaga dan ortom justru semakin kuat. (*)

Penulis Ayik Fena Emilda. Editor Fathan Faris Saputro.

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Kemah Ceria Pandu Athfal MIM 07 Sidokelar: Latih Kemandirian, Bangun Kebersamaan

Next Post

Jadilah Wisudawan yang Berakhlak Mulia dan Bermanfaat, Pesan Kepala Madrasah Dalam Acara Haflah Akhirussanah dan Pentas Seni MIMMO

Read next
0
Share