MuhammadiyahLamongan.com- Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan mencatat sejarah baru dengan menjadi salah satu dari 9 pesantren pertama di Jawa Timur bahkan di Indonesia yang menjalani proses akreditasi oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan akreditasi berlangsung pada Jum’at-Senin, 7–10 November 2025 di kompleks Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan.
Dua asesor LP2 PP Muhammadiyah, Bapak Yudi Purwanto, S.Pd dari Bekasi dan Ibu Heni Hanifah, M.Pd berasal dari Garut Jawa Barat, ditugaskan untuk melakukan visitasi, telaah dokumen, serta observasi kegiatan pembelajaran dan pengelolaan pesantren.
Pembukaan visitasi secara resmi dihadiri oleh Ketua LP2 Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP) Bapak Dr.H.Maskuri,M.Ed, yang dalam amanat sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kesiapan dan keberanian Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan menjadi pelopor pelaksanaan akreditasi pesantren Muhammadiyah di Indonesia.
Lebih jauh beliau menyampaikan sejak awal kelahirannya, ciri khas yang paling melekat pada Muhammadiyah adalah fokus pengembangan pendidikan, terutama sekolah. Dalam dua dekade terakhir, Muhammadiyah mulai mengembangkan pesantren. Konsep pesantren yang dikelola Muhammadiyah memiliki ciri khas tersendiri yaitu mengintegrasikan pendidikan umum sekolah dengan pendidikan ala kaum santri.
Saat ini data pesantren Muhammadiyah tercatat sebanyak kurang lebih 420 pesantren di seluruh Indonesia. Data tersebut merupakan capaian yang menggembirakan mengingat lembaga ini baru dibentuk pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar.
Dengan semakin berkembangnya pondok pesantren itu, Dr.H.Maskuri,M.Ed berharap tidak hanya kuantitas yang berkembang akan tetapi kualitas mutu pesantren Muhammadiyah juga perlu ditingkatkan, untuk itulah kemudian pentingnya akreditasi pesantren ini dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan standart mutu kualitas pesantren, mempercepat transformasi pesantren Muhammadiyah menjadi pusat keunggulan, mampu menjawab tantangan zaman, mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan sains dan teknologi, sehingga diharapkan mampu melahirkan kader-kader Muhammadiyah militan yang tidak hanya alim dalam agama, tetapi juga kompeten dalam keilmuan modern.
Sementara itu, Mudir Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan KH.M.Rifqi Rosidi,LC.M.Ag. menyampaikan rasa syukur atas kesempatan tersebut. Meski waktu persiapan yang diberikan oleh LP2 PP Muhammadiyah relatif singkat, hal itu tidak menyurutkan semangat para guru dan pembina pesantren.
Sore harinya tanggal 9 November pukul 17.00 WIB, Visitasi akreditasi ditutup secara simbolis oleh Ketua LP2 PP Muhammadiyah Bapak Dr.H.Maskuri, M.Ed, satu hari lebih cepat dari jadwal karena pada tanggal 10 November pagi beliaunya harus berangkat ke Umsida sehingga tidak bisa turut hadir pada acara penutupan pada tanggal 10 November 2025, Dalam amanah sambutannya, Bapak Maskuri kembali menegaskan bahwa proses akreditasi bukanlah ajang penilaian semata, tetapi sarana refleksi dan evaluasi bagi pesantren untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan santri.
Pada tanggal 10 November 2025 tepat pukul 08.00 WIB, dengan mengusung spirit Hari Pahlawan Acara Penutupan secara resmi dimulai, para asesor disambut dengan suguhan penampilan tim drumband dari Santri Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan sehingga menambah semarak suasana.
Acara penutupan diakhiri dengan penyampaian sejumlah rekomendasi oleh tim assesor berdasarkan hasil telaah dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dengan civitas pesantren.
Kegiatan empat hari ini diakhiri dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan di Ruang Guru MAM 02 Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, disaksikan oleh jajaran pimpinan, guru, dan karyawan.
Melalui pelaksanaan akreditasi perdana ini, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran Lamongan diharapkan menjadi pemantik (trigger) sebagai Pelopor, pelangsung dan penyempurna amal usaha pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk terus meningkatkan mutu dan tata kelola lembaga pendidikan Islam yang berkemajuan.
Penulis: Salnun Mahya Salsabila, Editor: Ma’in
