MuhammadiyahLamongan.com – Suasana Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan dipenuhi semangat peserta saat lomba semaphore dalam rangka Joko Tingkir Literacy Camp Competition (JTLCC) 1 Tahun 2026 digelar pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Joko Tingkir tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB dengan diikuti peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur.
Lomba semaphore menjadi salah satu cabang perlombaan kepanduan yang menarik perhatian peserta kemah. Sebanyak delapan tim dari jenjang SMA/SMK/MA Muhammadiyah tampil menunjukkan kemampuan komunikasi sandi menggunakan bendera semaphore di hadapan dewan juri.
Sejak pagi hari, para peserta tampak melakukan pemanasan dan koordinasi bersama anggota tim masing-masing. Mereka mempersiapkan strategi gerakan, pembagian tugas, hingga kekompakan ritme penyampaian kode agar dapat tampil maksimal selama perlombaan berlangsung.
Penilaian lomba dilakukan oleh juri dari Kwarda HW Lamongan, yakni Ramanda Ghozi dan Ramanda A. Nurhadi. Keduanya menilai peserta berdasarkan ketepatan gerakan, kekompakan tim, kecepatan penyampaian sandi, serta kreativitas penampilan yang ditunjukkan setiap regu.
Peserta berasal dari sejumlah sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur, di antaranya SMK Muhammadiyah 5 Babat, MAM 1 Karangasem, SMA Muhammadiyah 10 Gresik, SMA Muhammadiyah 9 Brondong, serta SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen yang mengirimkan tim putra maupun putri.
Selama perlombaan berlangsung, suasana area lomba tampak meriah. Sorakan dukungan dari peserta lain dan panitia beberapa kali terdengar ketika masing-masing tim memperagakan gerakan semaphore dengan cepat dan kompak. Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga menjadi sarana melatih konsentrasi, kedisiplinan, dan kerja sama antarpeserta.
Salah satu peserta, Nabila Putri, mengaku senang dapat mengikuti perlombaan tersebut karena memberikan pengalaman baru dalam bidang kepanduan. “Lomba ini seru karena kami harus benar-benar kompak saat memberikan kode semaphore. Selain melatih fokus, kami juga belajar memperkuat kerja sama tim,” ujarnya.
Panitia menyebut pelaksanaan lomba berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Peserta dan panitia mampu menjaga ketertiban kegiatan hingga seluruh tim menyelesaikan penampilannya sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Melalui lomba semaphore ini, panitia berharap peserta dapat meningkatkan keterampilan kepanduan sekaligus mempererat kebersamaan antarsekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur dalam suasana kompetisi yang sehat dan positif. (*)
Penulis : Adinda Wilujeng Cahya Riyanto | Editor : Fathan Faris Saputro