MuhammadiyahLamongan.com – Suasana penuh warna dan nuansa budaya memenuhi Convention Hall K.H. Hisjam lantai 10 Universitas Muhammadiyah Lamongan pada Ahad (17/5/2026). Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) sukses menggelar Lomba Tari Nusantara Tingkat SMA/SMK/MA Se-Jawa Timur 2026 yang diikuti pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ajang seni budaya tersebut menjadi ruang kreativitas sekaligus pelestarian budaya daerah di kalangan generasi muda. Sebanyak 12 tim tampil membawakan beragam tarian nusantara dengan karakter, kostum, dan konsep pertunjukan yang berbeda-beda.
Peserta berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMAN 1 Kebomas, SMAN 1 Babat, SMAN 2 Lamongan, MAN 2 Gresik, SMA Unggulan Karangsawo, MAN 2 Lamongan, SMA Muhammadiyah 1 Babat, hingga SMKN 1 Lamongan.
Sejak pagi hari, suasana Convention Hall tampak ramai dipenuhi peserta yang membawa perlengkapan kostum, properti tari, hingga perlengkapan rias untuk persiapan tampil. Panitia juga menyediakan ruang transit khusus sebagai tempat make up, pergantian kostum, penyimpanan barang, sekaligus area istirahat sebelum peserta naik ke panggung.
Kegiatan ini turut dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat, mahasiswa, hingga pelajar lain dapat menyaksikan perlombaan secara langsung. Kehadiran para penonton membuat suasana gedung tertinggi di Lamongan itu semakin semarak sepanjang acara berlangsung.
Sebelum pembukaan resmi dimulai, panitia menghadirkan penampilan tari tradisional solo yang dibawakan oleh Muti, mahasiswa PGSD semester dua. Gerakan yang anggun dan penghayatan tari yang kuat berhasil mencuri perhatian penonton sekaligus mempertegas nuansa budaya sejak awal acara.
Acara kemudian dipandu oleh dua master of ceremony, Farikhul dan Mutiara, yang membawakan rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Pembukaan dilanjutkan dengan pembacaan Gema Wahyu Ilahi oleh M. Rizky Kurniawan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah secara bersama-sama.
Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Lamongan, H.M. Bakri Priyodwi Atmaji, S.Kep., M.Kep., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh panitia dan peserta yang telah berpartisipasi dalam lomba tari tersebut.
Menurutnya, perlombaan seni tari bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia kepada generasi muda.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda mampu menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya seni tari daerah yang menjadi identitas bangsa. Semoga kegiatan ini menjadi wadah kreativitas dan mempererat silaturahmi antarpelajar di Jawa Timur,” ujarnya.
Pembukaan lomba ditandai dengan prosesi penabuhan gong yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta dan tamu undangan.
Memasuki sesi perlombaan, satu per satu tim tampil membawakan tarian nusantara dengan kreativitas masing-masing. Sorak dukungan dari pendamping dan penonton turut menambah kemeriahan suasana.
Dalam proses penilaian, panitia menghadirkan tiga dewan juri dari kalangan praktisi seni dan akademisi, yakni Purnomo, S.Sn., M.M. selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar, Muhammad Nur Muslimin, S.Pd. sebagai guru tari dan koreografer aktif, serta Dr. Ari Susandi, M.Pd. selaku dosen PGSD UMLA dan pembina UKM Seni.
Penilaian dilakukan berdasarkan teknik gerak, kekompakan, ekspresi, kreativitas, penguasaan panggung, serta kesesuaian tema tari yang dibawakan peserta.
Menjelang pengumuman juara, suasana acara berubah menjadi lebih hangat dan akrab. Panitia menggelar sesi karaoke dan bernyanyi bersama yang diikuti peserta, panitia, hingga penonton. Momen tersebut menjadi ruang kebersamaan setelah seluruh peserta menyelesaikan penampilan mereka di atas panggung.
Setelah melalui penilaian yang ketat, SMAN 1 Kebomas berhasil meraih Juara I Lomba Tari Nusantara Se-Jawa Timur 2026. Penampilan mereka dinilai paling harmonis, kompak, dan mampu menghadirkan penghayatan budaya yang kuat.
Salah satu dewan juri, Purnomo, S.Sn., M.M., mengapresiasi semangat para peserta dalam melestarikan budaya nusantara melalui seni tari.
“Semua peserta memiliki potensi yang luar biasa. Kami melihat semangat generasi muda dalam melestarikan budaya nusantara melalui seni tari masih sangat tinggi. Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi ruang kreativitas bagi para pelajar,” tuturnya.
Keberhasilan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa seni budaya nusantara masih memiliki tempat di hati generasi muda. Melalui lomba tari itu, HIMA PGSD UMLA berharap dapat terus menghadirkan kegiatan positif yang mendukung pelestarian budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan antarpelajar di Jawa Timur. (*)
Penulis : Nova Aquila Salsabila Cahyono | Editor : Fathan Faris Saputro