Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Usung Semangat Megilan, MPM PCM Brondong Sukses Gelar Ngopi Bisnis Bareng Bupati Lamongan

MuhammadiyahLamongan.com– Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong menggelar acara “Ngopi Bisnis” di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Brondong, Rabu (20/5/2026). Diskusi yang dikemas santai namun berbobot ini berhasil menyedot antusiasme tinggi dari ratusan saudagar muda Muhammadiyah di wilayah pesisir Lamongan.

Tidak tanggung-tanggung, acara ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten. Mulai dari Ketua PCM Brondong Drs. Mat Iskan, pengusaha muda Muhammadiyah Pradita Aditya, SH., hingga orang nomor satu di Kabupaten Lamongan, Bupati Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A, M.E.K. Kehadiran Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini didampingi langsung oleh jajaran pejabat birokrasi dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, hingga Pemerintah Desa.

Wadah “Curhat” dan Sinergi Saudagar Muda

Suasana GDM Brondong tampak hidup ketika para pelaku usaha yang terdiri dari petani, peternak, dan pelaku UMKM rumahan memanfaatkan momentum ini untuk berdialog langsung dengan pemerintah. Bagi mereka, Ngopi Bisnis bukan sekadar ajang kumpul biasa, melainkan ruang strategis untuk “curhat” sekaligus mencari solusi atas keberlanjutan usaha mereka di tengah tantangan ekonomi modern.

Para saudagar muda ini tampak kritis dan antusias menanyakan arah kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait akses pasar, pengembangan UMKM, kestabilan sektor pertanian dan peternakan, hingga perlindungan industri rumah tangga.

Apresiasi Bupati: Muhammadiyah Sinergi Terbaik Pemkab

Mengawali pemaparannya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh warga dan saudagar Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah selama ini telah membuktikan komitmennya sebagai mitra terbaik pemerintah daerah.

“Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial saja, tetapi juga terbukti nyata menjadi penggerak ekonomi dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Lamongan,” ujar pak Yes di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Bupati juga memaparkan capaian membanggakan Kabupaten Lamongan yang sukses mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama, khususnya komoditas beras, di Provinsi Jawa Timur. Pemkab pun kini tengah bersiap membidik target yang lebih besar di tingkat nasional.

Resep Rahasia Lumbung Pangan: Karakter “Megilan”

Di hadapan para peserta, Bupati mengungkapkan rahasia di balik suksesnya sektor pertanian Lamongan. Selain faktor demografi—di mana 40% penduduk Lamongan berprofesi sebagai petani—kunci utamanya terletak pada modal sosial dan karakter manusianya.
“Kuncinya adalah karena orang Lamongan itu *Megilan*,” tegas Bupati, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin.

Istilah Megilan—dialek khas Lamongan yang berarti luar biasa atau hebat—dinilai merepresentasikan etos kerja, kegigihan, dan mental pantang menyerah yang dimiliki oleh para pelaku usaha lokal. Semangat inilah yang diharapkan terus diadopsi oleh para saudagar muda Muhammadiyah Brondong untuk membawa bisnis mereka naik kelas dan berkontribusi langsung pada kesejahteraan daerah.

Penulis: Amira, Editor: Ma’in

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

3C dan Cahaya Santri untuk Negeri

Next Post

Daycare Mentari Pagi RSML, Kolaborasi Kemanusiaan Merawat ODGJ

Read next
0
Share