MuhammadiyahLamongan.com– Deru ombak di Tanjung Kodok Beach Resort, Lamongan, menjadi saksi bisu sebuah momentum kebangkitan ekonomi umat. Hari itu, sebanyak 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkumpul dengan satu asa yang sama: membawa produk lokal mereka naik kelas, mandiri, dan berdaya saing global. Acara ini berlangsung pada Ahad (24/5/2026).
Melalui Pelatihan Digital Marketing dan Branding, yang dirangkai dengan Pendampingan Legalitas Usaha serta Sertifikasi Halal, Lembaga Pengembangan UMKM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan sukses menyalakan lilin optimisme di dada para pengusaha kecil.
Acara ini tidak sekadar menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga momentum silaturahmi akbar yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk jajaran LP UMKM PWM Jawa Timur, PDM Lamongan, serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. Husnul Aqib, MM.
Menembus Batas Digital, Menjaga Keberkahan Produk
Di era di mana teknologi bergerak secepat kilat, UMKM tidak boleh lagi berjalan di tempat. Menyadari hal tersebut, Ketua LP UMKM Jawa Timur, H. Imam Sugiri, ST, MM, dalam sambutannya memberikan suntikan motivasi yang membakar semangat para peserta.
“Kami tidak ingin program LP UMKM hanya menjadi ‘cek kosong’ tanpa arti. Kita butuh aksi nyata,” tegas Imam Sugiri.
Salah satu langkah konkret yang langsung disambut tepuk tangan riuh adalah komitmen integrasi digital. Khusus untuk UMKM Lamongan, LP UMKM Jawa Timur bergerak cepat meminta data nama, alamat, dan nomor aktif para pengusaha untuk segera dimasukkan ke dalam marketplace klik.belanja.id. Ini adalah gerbang awal bagi produk-produk Lamongan untuk menjelajahi pasar yang lebih luas tanpa sekat.
Bukan hanya soal pasar digital, Imam Sugiri juga menekankan pentingnya membangun database potensi UMKM yang solid, membuka akses kolaborasi, hingga menjembatani para pelaku usaha dengan pihak perbankan demi penguatan modal.
Menyentuh Jiwa: Menegakkan Pilar Keempat Muhammadiyah
Di balik angka-angka target dan strategi digital, ada misi mulia yang menyentuh hati. Pelatihan ini adalah ikhtiar nyata untuk mewujudkan Pilar Keempat Muhammadiyah, yaitu pilar ekonomi. Setelah kuat di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, kini saatnya jamaah Muhammadiyah berdaya secara finansial.
Melihat antusiasme peserta—yang sebagian besar adalah pejuang nafkah keluarga, ibu rumah tangga yang tangguh, dan pemuda kreatif—kegiatan ini terasa begitu emosional. Pendampingan legalitas dan sertifikasi halal yang diberikan adalah bentuk perlindungan dan kasih sayang organisasi kepada warganya, agar produk yang dihasilkan tidak hanya laris manis, tetapi juga membawa berkah dan ketenangan bagi konsumen.
Harapan yang Bertumbuh
“Semoga output dari kegiatan ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi tumbuh kembangnya pengusaha Muhammadiyah,” harap Imam Sugiri menutup sambutannya.
Ketika acara berakhir sore itu, para peserta pulang tidak dengan tangan hampa. Mereka membawa pulang ilmu branding, kepastian legalitas, dan yang terpenting: sebuah keyakinan baru. Bahwa dari sudut-sudut Kabupaten Lamongan, dari warung-warung kecil dan rumah-rumah produksi sederhana, akan lahir konglomerat-konglomerat baru yang siap menopang ekonomi umat dan bangsa. Sebab, ketika UMKM berdaya, di situlah kesejahteraan sejati bermula.
Penulis: Wasis Budiono, Editor: Ma’in