Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Mengorbitkan Saudagar Muhammadiyah: Ikhtiar LP UMKM Lamongan Membawa Produk Lokal Menembus Batas

MuhammadiyahLamongan.com– Suasana hangat penuh optimisme menyelimuti aula Tanjung Kodok Beach Resort pada Ahad (24/5/2026). Angin pantai yang berhembus seolah membawa semangat baru bagi 150 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang hadir dalam Pelatihan Digital Marketing, Branding, Pendampingan Legalitas Usaha, dan Sertifikasi Halal.

Acara yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan (LP) UMKM PDM Lamongan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah sebuah gerakan jemput bola untuk menaikkan kelas para pejuang ekonomi keluarga agar mampu tegak berdiri di era digital.

Sentuhan Nyata untuk Sektor Akar Rumput

Dalam sambutannya yang penuh rasa syukur, Ketua LP UMKM PDM Lamongan, Rosidin, SE, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung penuh langkah ini—mulai dari LP UMKM PWM Jawa Timur, PDM Lamongan, hingga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Drs. Husnul Aqib, MM.

Namun, yang paling menggetarkan hati hadirin adalah saat Rosidin memaparkan bukti nyata dari konsistensi lembaga ini. Bukan sekadar teori di atas kertas, LP UMKM PDM Lamongan baru saja meluncurkan 14 gerobak usaha untuk pelaku UMKM dan bersiap merilis brand kuliner lokal mandiri bernama Pentol BosMu.

“Kami ingin melihat warga kita tidak hanya bertahan hidup, tapi tumbuh menjadi saudagar yang tangguh. Gerobak dan brand Pentol BosMu ini adalah simbol bahwa kita bisa berdaya di tanah kita sendiri,” ujar Rosidin disambut tepuk tangan riuh peserta.

Menembus Pasar dengan Legalitas dan Sentuhan Digital

Bagi seorang pedagang kecil, kata “digital marketing” atau “sertifikasi halal” seringkali terdengar rumit dan jauh dari jangkauan. Sadar akan kecemasan itu, LP UMKM hadir sebagai kompas sekaligus sandaran. Melalui pelatihan ini, para peserta dibimbing secara perlahan:

Pertama: Menata Wajah Produk: Mengubah kemasan biasa menjadi memikat lewat branding. Kedua: Meluaskan Jangkauan: Memanfaatkan media sosial untuk mengetuk pintu konsumen yang lebih luas. Ketiga: Menghadirkan Rasa Aman: Mengawal kepengurusan legalitas dan Sertifikasi Halal, memberikan jaminan dunia-akhirat bagi konsumen.

Membasuh Keringat Pejuang Nafkah

Di balik deretan angka dan program, esensi dari acara ini adalah tentang manusia. Tentang seorang ibu yang menaruh harapan agar dagangannya bisa membiayai kuliah anaknya, atau seorang ayah yang ingin membesarkan usahanya demi masa depan keluarga.

Melalui sinergi pilar pemberdayaan, kepastian legalitas, dan pembangunan infrastruktur pasar, Muhammadiyah Lamongan sedang merajut kembali khitah rahimnya sebagai pelopor gerakan saudagar. Pelatihan di tepi pantai Lamongan hari ini adalah saksi, bahwa fajar kemandirian ekonomi umat sedang terbit, membawa harapan yang tak lagi sekadar mimpi.

Penulis: Wasis Budiono, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Semangat Pilar Keempat: Ketika 150 UMKM Lamongan Menjemput Berkah Lewat Digitalisasi dan Sertifikasi Halal

Read next
0
Share