Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Malam Inaugurasi Lentera Simfoni e-Smart School yang Mengharu Biru

MuhammadiyahLamongan.com— Suasana halaman Perguruan Muhammadiyah Brondong pada Ahad (24/5/2026) malam terasa berbeda. Riuh rendah suara ratusan pasang kaki yang hadir—mulai dari celoteh polos siswa-siswi, senyum bangga para wali murid, hingga tatapan haru para guru dan tokoh masyarakat—menyatu di bawah langit malam. Hari itu, MI Muhammadiyah 06 Brondong sukses menggelar helatan akbar Malam Inaugurasi dengan tema Lentera Simfoni e-Smart School”.

Acara ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah panggung pembuktian, sebuah simfoni yang melantunkan kerja keras, doa, dan mimpi besar tentang pendidikan berbasis digital yang tetap membumi dan religius.

Kehadiran para Kepala Satuan Pendidikan dari tingkat TK hingga SMK, pengurus Muhammadiyah Ranting Brondong beserta Ortom, hingga Lurah Kelurahan Brondong, seolah menegaskan bahwa malam itu adalah milik seluruh masyarakat yang peduli pada masa depan generasi bangsa.

Penjaga Kenyamanan di Balik Layar

Di balik gemerlap lampu panggung dan decak kagum penonton, ada pasang-pasang mata yang tak pernah lelah terjaga. Mereka adalah para personel Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Ranting Brondong.

Dipimpin langsung oleh Komandan Syaifur Rohman dan Sekretaris Jenderal Selamet Muliyono, tim keamanan yang diperkuat oleh Farel, Albert, senior Ndan Doni, Beni, Rofi’udin, serta Dhika (Satpam PMB) bergerak senyap namun pasti.

Mereka tersebar di titik-titik krusial: mengurai jabat tangan di pintu gerbang, merapikan barisan kendaraan di tempat parkir, hingga berjaga di area undangan dan sudut-sudut rawan. Bagi mereka, kenyamanan malam itu adalah taruhannya.

Komandan KOKAM Brondong, Syaifur Rohman, mengungkapkan rasa syukur dan harunya usai acara berlangsung dengan aman dan tertib. “Alhamdulillah, melihat senyum para orang tua dan tawa anak-anak kita malam ini tanpa rasa cemas adalah upah terbesar bagi kami. Tugas kami di KOKAM bukan sekadar menjaga pagar atau kendaraan, melainkan menjaga khidmat dan muruah dari syiar dakwah pendidikan Muhammadiyah. Terima kasih atas dedikasi seluruh personel yang berjaga hingga acara ini usai dengan indah,” ujar Syaifur Rohman hangat.

Saat lampu panggung perlahan padam dan halaman kembali sepi, Lentera Simfoni itu tidak benar-benar mati. Ia telah berpindah, menyala mendalam di hati setiap siswa dan orang tua yang pulang membawa sejuta harapan baru untuk esok hari.

Penulis: Amira, Editor: Ma’in

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Kilau Lentera Simfoni di Panggung Megah MIM 06 Brondong: Simbol Pencerah Masa Depan Generasi Bangsa

Read next

Di Baitul Arqom

MuhammadiyahLamongan.com-Momen bulan Ramadhan tahun ini merupakan sejarah tersendiri bagi kader persyarikatan…
0
Share