MuhammadiyahLamongan.com– Gema takbir Idul Adha 1447 H belum lagi berkumandang, namun kehangatan iman dan semangat berbagi sudah terasa begitu kental di Kecamatan Brondong. Melalui gerak serentak yang dimotori oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong, warga di seluruh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Brondong kembali menunjukkan teladan luar biasa dalam berqurban.
Tahun ini, di tengah dinamika ekonomi yang ada, ketulusan warga untuk menyisihkan sebagian rezeki justru semakin menguat. Wakil Ketua PCM Brondong, Ahmad Mubin, melaporkan capaian penghimpunan hewan qurban tahun ini yang sangat luar biasa:
* 112 ekor Sapi
* 322 ekor Kambing
Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan wujud nyata dari tetesan keringat, keikhlasan, dan kerelaan warga yang bergotong-royong demi meraih rida Allah Swt. serta membahagiakan sesama.
Mengetuk Pintu Langit, Menyentuh Hati Manusia
Ahmad Mubin menyampaikan rasa haru dan syukur yang mendalam atas antusiasme warga Muhammadiyah Brondong. Ia mendoakan agar setiap kebaikan yang tertanam dalam ibadah ini dilipatgandakan oleh Allah Swt.
“Semoga Allah melimpahkan pahala yang berlipat ganda bagi para mudhohi (orang yang berkurban) yang telah merelakan hartanya, serta bagi seluruh relawan dan panitia yang meluangkan waktu dan tenaganya untuk membantu pentasharufan (distribusi) daging qurban ini. Amin ya Rabbal ‘Alamin,” ungkap Ahmad Mubin dengan penuh doa.
Bagi warga Brondong, ibadah qurban tahun ini menjadi momentum refleksi iman yang mendalam. Di balik ratusan hewan qurban yang siap disembelih, ada kisah-kisah perjuangan warga yang meneladani ketauhidan Nabi Ibrahim AS dan keikhlasan Nabi Ismail AS. Keutamaan qurban bukan terletak pada kemewahannya, melainkan pada ketakwaan dan kerelaan hati untuk melepas apa yang dicintai demi perintah Sang Pencipta.
Melalui ibadah ini pula, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa setiap helai bulu hewan qurban akan menjadi saksi kebaikan di akhirat.
Merajut Kebersamaan Lewat Sepotong Daging Qurban
Lebih dari sekadar ritual ibadah (hablum minallah), gerakan qurban massal PCM Brondong ini adalah jembatan sosial (hablum minannas) yang kokoh. Ratusan ekor hewan qurban ini nantinya akan didistribusikan secara merata, memastikan bahwa pada hari raya nanti, tidak ada satu pun dapur warga—khususnya kaum dhuafa—yang tidak mengepulkan aroma kebahagiaan.
Sepotong daging qurban yang diantarkan ke rumah-rumah warga miskin adalah pesan cinta. Ia berbisik bahwa mereka tidak sendirian, bahwa ada saudara-saudara seiman yang peduli dan siap berbagi kebahagiaan.
Gerakan mulia dari PCM dan PRM Brondong ini laksana oase yang menyejukkan. Ia membuktikan bahwa ketika keimanan digerakkan secara berjamaah, keterbatasan akan berubah menjadi keberkahan, dan senyuman akan merekah di wajah mereka yang membutuhkan.
Semoga syiar Idul Adha 1447 H dari pesisir Brondong ini mampu menginspirasi kita semua untuk terus merawat kepedulian, memperkokoh ukhuwah, dan mengetuk pintu langit dengan ketaatan yang tulus.
Penulis: Amira, Editor: Ma’in