MuhammadiyahLamongan.com- Bahagia bercampur haru menyelimuti halaman MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) pada Kamis (19/6/2026) malam. Madrasah ini sukses menyulap acara pelepasan siswa-siswi kelas 6 menjadi sebuah malam yang magis dan tak terlupakan lewat konsep Garden Party (pesta taman) yang menawan.
Suasana malam terasa begitu hangat dan estetis. Pendaran lampu gantung yang membentang di atas area penonton berpadu apik dengan gerbang lengkung berhias bunga dan lampu hias.
Gerbang indah ini menjadi pintu masuk utama, menyambut para wisudawan yang melangkah anggun di atas karpet merah dalam prosesi kirab.
Ratusan pasang mata malam itu tertuju pada panggung megah beratap tenda putih-emas yang berdiri kokoh di bawah rindangnya pepohonan halaman sekolah. Di latar belakangi bangunan sekolah dua lantai berwarna abu-abu biru yang megah, acara ini juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan seni dari murid kelas 1 hingga kelas 5 yang menghibur seluruh wali murid dan tamu undangan.
Sentuhan Ikhlas dari Tangan Para Guru
Di balik kemegahan acara tersebut, ada cerita tentang dedikasi dan cinta yang mendalam. Dalam pidatonya, Kepala MI MULA, Bapak Ma’in, S.HI., mengungkapkan rasa bangga atas kerja keras seluruh pihak sekolah. Beliau menjelaskan bahwa ide tema Garden Party ini murni datang dari pemikirannya. Namun, tirai keindahan malam itu tidak akan pernah terwujud tanpa kolaborasi luar biasa dari para guru. Tanpa sekat, para pendidik ini turun tangan langsung; mulai dari merancang dan memasang dekorasi panggung, hingga menata barisan rapi ratusan kursi hijau untuk para tamu undangan.
“Ide ini tidak akan menjadi apa-apa tanpa ketulusan para guru yang rela bekerja keras menyulap halaman sekolah ini menjadi taman impian bagi anak-anak kita,” ungkap Bapak Ma’in dengan nada penuh syukur.
Guru yang Dicintai adalah Promosi Terbaik
Ketulusan para guru MI MULA ini pun memetik apresiasi mendalam dari Ketua PCM Brondong, Drs. Mat Iskan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan sebuah pesan puitis yang menyentuh hati seluruh hadirin. Beliau menekankan bahwa daya tarik sebuah sekolah bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan kehadiran guru yang tulus. Iklan atau promosi sekolah yang terbaik di tengah masyarakat adalah sosok guru yang tulus dan dicintai oleh murid-muridnya.
Malam pelepasan itu akhirnya ditutup dengan sejuta kenangan manis. Bagi siswa-siswi kelas 6 yang akan melangkah ke jenjang berikutnya, malam di “Taman Impian” MI MULA ini bukan sekadar tanda kelulusan, melainkan bukti otentik tentang bagaimana sebuah cinta dan kerja keras dilepaskan bersama doa-doa terbaik dari guru-guru mereka.
Penulis: Etri Jayanti, S.Pd, Editor: Ma’in