Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

520 Mahasiswa UMLA Diterjunkan dalam KKN 2026, Wujudkan Desa Sehat dan Berdaya Saing

MuhammadiyahLamongan.com – Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) secara resmi melepas sebanyak 520 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Mengusung tema “Kampus Berdampak: Optimalisasi Potensi Desa Menuju Desa Sehat dan Berdaya Saing”. Senin (13/7/2026)

program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pada pelaksanaan KKN tahun ini, UMLA menerjunkan 510 mahasiswa KKN Reguler yang akan melaksanakan pengabdian di 27 desa yang tersebar di kecamatan Paciran dan kecamatan Brondong, kabupaten Lamongan.

Selain itu, terdapat 6 mahasiswa peserta KKN Muhammadiyah–’Aisyiyah (MAS) serta 4 mahasiswa peserta KKN Internasional yang akan menjalankan program pengabdian di lokasi yang telah ditentukan.

Selama masa KKN, para mahasiswa akan mengimplementasikan berbagai program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta pengembangan potensi desa sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.

 

Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, Prof. Dr. Abdul Aziz Alimul Hidayat, S.Kep., Ns., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar menjalankan program kerja yang telah disusun, melainkan juga menjadi sarana pembelajaran langsung di tengah kehidupan masyarakat.

“KKN bukan hanya sekadar melaksanakan program kerja, tetapi juga belajar memahami lingkungan masyarakat, adat istiadat, budaya, serta norma-norma agama yang berlaku. Mahasiswa harus mampu beradaptasi, menghargai nilai-nilai lokal, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang ada di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana mahasiswa mampu membangun komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi dengan masyarakat desa.

Prof. Abdul Aziz juga menekankan pentingnya menggali aspirasi masyarakat sebagai dasar dalam menyusun dan menjalankan program pengabdian. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat nyata serta menjawab kebutuhan masyarakat setempat.

Ia berharap seluruh peserta KKN dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan sehingga mampu mendorong terwujudnya desa yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.

Melalui tema tahun ini, UMLA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Program KKN diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, mengasah kepemimpinan, serta memperkuat kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Penulis Adi Familu Editor Lim

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Safar Tak Menghentikan Pengabdian, Ketua BPKPM Brondong Kobarkan Semangat Transformasi di Raker SKAMDA

Read next
0
Share