Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

MATAMUDA MI Mulia Mencorek Ajak Murid Pungut Sampah, Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

MuhammadiyahLamongan.com – Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak dini kepada murid baru MI Mulia Mencorek melalui kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA). Pada hari ketiga pelaksanaan MATAMUDA, Rabu (15/7/2026), para murid diajak berkeliling Dusun Mencorek sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui.

Meski pagi itu matahari bersinar cukup terik, semangat para murid tidak surut. Setiap kelas membawa kantong plastik berwarna merah untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan lingkungan sekolah sekaligus lingkungan masyarakat. Melalui aksi sederhana itu, para murid diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan membangun rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Kepala MI Mulia Mencorek, Wasis Budiono, S.Pd.I, mengatakan bahwa pendidikan karakter mengenai kepedulian lingkungan perlu diberikan sejak usia dini.

“Anak-anak harus dibiasakan peduli terhadap kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Akhir-akhir ini persoalan sampah terjadi di banyak tempat, tetapi penyelesaiannya belum signifikan. Karena itu, pembelajaran seperti ini harus ditanamkan sejak dini,” ujarnya.

Setelah menyusuri kampung dan mengumpulkan sampah, seluruh hasil pungutan dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang telah disediakan untuk kemudian dikelola sesuai prosedur yang berlaku.

Usai mencuci tangan, kegiatan MATAMUDA dilanjutkan dengan fashion show topi hasil karya murid. Beragam topi unik dipamerkan, seluruhnya dibuat dari bahan bekas atau barang daur ulang, seperti kemasan plastik deterjen, kardus bekas, kertas yang sudah tidak terpakai, kain bekas, serta berbagai material lain yang masih dapat dimanfaatkan.

Kegiatan tersebut tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga mengajarkan murid untuk melihat nilai guna dari barang-barang yang kerap dianggap sebagai limbah. Dengan cara itu, pembelajaran mengenai kepedulian lingkungan dipadukan dengan pengembangan keterampilan dan imajinasi anak.

Wasis berharap pengalaman yang diperoleh selama MATAMUDA dapat menjadi bekal bagi murid untuk terus menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas dalam kehidupan sehari-hari.

“Melatih keterampilan anak hari ini merupakan investasi bagi tumbuhnya rasa percaya diri dan kemandirian mereka di masa depan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Widati Mahmudah | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

FORTASI MTs Mutif Ditutup dengan Senyum dan Semangat Berkarya Murid Baru

Next Post

Donald Trump try a drilling unlawful scotty81

Read next
0
Share