Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

KKN UMLA di Brondong Berakhir, Pengurus KDKMP Diperkuat untuk Kembangkan Ekonomi Desa

MuhammadiyahLamongan.com – Rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) di Kecamatan Brondong resmi berakhir. Penutupan KKN dirangkaikan dengan penguatan kapasitas pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kecamatan Brondong di Pendopo Kantor Kecamatan Brondong, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dihadiri Wakil Rektor III UMLA Alifin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMLA Abdul Rokhman, dosen pembimbing lapangan (DPL), Koordinator Kecamatan (Korcam) KKN Iliyyun, para Koordinator Desa (Kordes), ketua KDKMP se-Kecamatan Brondong, kepala desa, Sekretaris Kecamatan Brondong Alfin Miftahul Khoiri, S.S.T.P., M.Si., serta unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Koramil, dan Polsek.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penutupan KKN. Dalam kesempatan tersebut, Iliyyun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan membantu mahasiswa selama melaksanakan program KKN di Kecamatan Brondong.

Menurut Iliyyun, dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran berbagai program yang dijalankan mahasiswa.

Selanjutnya, Ketua LPPM UMLA Abdul Rokhman berpesan agar pengalaman mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat tidak berhenti setelah KKN berakhir.

Ia berharap mahasiswa tidak sekadar menuntaskan kewajiban akademik, tetapi juga membawa pengalaman bermasyarakat sebagai bekal untuk terus berkontribusi ketika kembali ke lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Brondong Alfin Miftahul Khoiri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UMLA yang telah mempercayakan Kecamatan Brondong sebagai salah satu lokasi pelaksanaan KKN.

Menurut Alfin, kehadiran mahasiswa KKN memberikan pengalaman sekaligus kontribusi positif bagi masyarakat. Pemerintah Kecamatan Brondong juga menyatakan siap menerima mahasiswa KKN UMLA pada tahun-tahun berikutnya sebagai bentuk keberlanjutan kerja sama dan pengabdian kepada masyarakat.

Wakil Rektor III UMLA Alifin turut menyampaikan terima kasih kepada jajaran Kecamatan Brondong, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah menerima serta mendampingi mahasiswa selama menjalankan KKN.

Alifin berharap hubungan baik antara UMLA dan Kecamatan Brondong terus terjalin. Ia juga berharap Kecamatan Brondong tidak kapok menerima mahasiswa UMLA untuk kembali berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Selain itu, Alifin berpesan kepada mahasiswa agar meninggalkan hal-hal yang kurang baik selama menjalankan KKN dan membawa pulang pengalaman serta nilai-nilai positif yang diperoleh selama berada di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu membawa pulang pengalaman dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama berada di tengah masyarakat sebagai bekal untuk terus memberikan manfaat di lingkungan masing-masing,” kata Alifin.

Pengurus KDKMP Diperkuat

Setelah penutupan KKN, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan penguatan kapasitas pengurus KDKMP se-Kecamatan Brondong. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pengurus dalam menjalankan serta mengembangkan koperasi di wilayah masing-masing.

Pelatihan menghadirkan Suyitno, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMLA yang juga merupakan Instruktur Nasional Pelatihan Calon Manajer KDKMP serta Wakil Ketua KADIN Lamongan Bidang Koperasi dan Permodalan Syariah, sebagai narasumber.

Dalam pelatihan tersebut, Suyitno memberikan penguatan mengenai pengelolaan koperasi, manajemen organisasi, pengembangan usaha, serta permodalan berbasis prinsip syariah.

Melalui pelatihan itu, para pengurus KDKMP diharapkan memiliki pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola organisasi, mengembangkan potensi usaha, serta membangun sistem permodalan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penutupan KKN dan penguatan kapasitas KDKMP menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara UMLA, Pemerintah Kecamatan Brondong, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, kerja sama yang terbangun tidak berhenti pada pelaksanaan KKN, tetapi dapat berkembang menjadi upaya bersama untuk memperkuat potensi ekonomi masyarakat di Kecamatan Brondong.

Berakhirnya rangkaian KKN juga menjadi awal bagi mahasiswa untuk meneruskan nilai-nilai pengabdian yang telah diperoleh. Pengalaman berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus berkontribusi di lingkungan masing-masing. (*)

Penulis : Iliyyun | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

31 Murid SD Musaka Ikuti KSNR ke-8, Asah Nalar dan Keberanian Berkompetisi

Read next
0
Share