MuhammadiyahLamongan.com – Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) menyambut mahasiswa baru angkatan 2026 melalui rangkaian Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) tingkat program studi, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, dosen, organisasi mahasiswa, serta bidang keilmuan Teknik Industri.
Penyambutan berlangsung dalam suasana antusias. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan karakteristik pembelajaran Teknik Industri yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
Ketua Program Studi S1 Teknik Industri UMLA, Ir. Rohmat, S.T., M.Sc., menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa baru. Menurut dia, memasuki perguruan tinggi merupakan awal dari perjalanan yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus berkembang.
“Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Teknik Industri UMLA. Kalian tidak hanya datang untuk mendapatkan gelar sarjana, tetapi juga untuk membangun kompetensi, karakter, jejaring, dan pengalaman yang akan menjadi bekal menghadapi dunia kerja maupun dunia industri,” ujar Rohmat.
Ia menjelaskan, Teknik Industri memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa. Bidang keilmuan tersebut mengintegrasikan manusia, teknologi, material, informasi, dan sistem untuk menciptakan proses yang lebih efektif dan efisien.
Karena itu, Rohmat mendorong mahasiswa baru tidak hanya aktif mengikuti perkuliahan, tetapi juga berani mencari pengalaman di luar kelas.
“Jangan takut untuk mencoba, jangan takut bertanya, dan jangan takut gagal. Manfaatkan masa kuliah untuk belajar sebanyak-banyaknya, membangun relasi, mengikuti organisasi, penelitian, kompetisi, maupun kegiatan yang dapat mengembangkan potensi diri,” tuturnya.
Menurut Rohmat, perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dan otomasi dalam industri, menuntut calon industrial engineer memiliki kemampuan adaptif dan inovatif.
Mahasiswa Teknik Industri UMLA, lanjut dia, perlu memadukan penguasaan ilmu teknik dengan kemampuan manajerial, analitis, komunikasi, dan pemanfaatan teknologi. Kemampuan tersebut menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa Teknik Industri UMLA tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi problem solver dan pencipta solusi. Jadilah industrial engineer yang mampu memberikan dampak bagi masyarakat dan dunia industri,” kata Rohmat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan mengenai lingkungan Program Studi Teknik Industri, sistem pembelajaran, kegiatan akademik dan nonakademik, fasilitas laboratorium, serta berbagai peluang pengembangan kompetensi selama menempuh pendidikan di UMLA.
Mastama tingkat program studi diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk membangun kedekatan dengan lingkungan akademik sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Program Studi Teknik Industri UMLA.
Dengan semangat Connect, Grow, Impact, mahasiswa baru Teknik Industri UMLA angkatan 2026 diharapkan mampu membangun koneksi, mengembangkan potensi, dan memberikan dampak positif selama menjalani proses pendidikan di perguruan tinggi. (*)
Penulis : Rara Novika | Editor : Fathan Faris Saputro