MuhammadiyahLamongan.com – Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-13 Nasyiatul Aisyiyah (NA) Jawa Timur menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan perempuan muda berkemajuan. Untuk pertama kalinya, Ponorogo menjadi tuan rumah perhelatan yang mempertemukan kader perempuan muda dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada 16–18 Oktober 2026 ini diikuti sekitar 1.000 peserta dan penggembira dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Glagah, Kabupaten Lamongan, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Delegasi PCNA Glagah terdiri atas Ketua PCNA Glagah Nur Azizah, Nurul Fajriyati Renika Putri, dan Anit Mutmainnah.
Pembukaan Musywil berlangsung meriah dengan penampilan Reog Ponorogo dari kelompok Tarum Suryo SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo. Kesenian khas Bumi Reog itu menjadi salah satu bentuk penyambutan bagi peserta dan tamu undangan.
Musywil ke-13 Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur mengusung tema “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Gerakan Jawa Timur Berkemajuan”.
Sejumlah tokoh turut menghadiri pembukaan kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Muhammad Khoirul Abduh, perwakilan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur Desi Ratnasari, serta pelaksana tugas (Plt.) Bupati Ponorogo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ponorogo. Hadir pula jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo dan Rektor Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran lebih dari 37 stan bazar. Panitia juga menyediakan 1.500 mangkuk bakso gratis bagi peserta.
Konsolidasi dan Penguatan Gerakan
Ketua PCNA Glagah, Nur Azizah, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam Musywil ke-13 merupakan bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan gerakan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk menyelaraskan arah gerakan PCNA Glagah dengan program strategis di tingkat wilayah sekaligus mempererat silaturahmi antarkader Nasyiatul Aisyiyah se-Jawa Timur.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat menyumbangkan gagasan dan menghadirkan perspektif, inovasi, serta suara perempuan muda dari tingkat akar rumput agar terakomodasi dalam kebijakan dan program kerja wilayah,” ujar Azizah.
Menurut dia, Musywil juga menjadi kesempatan bagi kader untuk memahami proses demokrasi dan regenerasi kepemimpinan di tingkat wilayah. Dengan demikian, proses tersebut diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang visioner, inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Harapan atas Kepemimpinan dan Program Berkelanjutan
Azizah berharap Musywil ke-13 mampu melahirkan pemimpin yang menginspirasi serta membentuk struktur kepemimpinan baru yang amanah, responsif terhadap persoalan perempuan dan anak, serta mampu mengoptimalkan potensi kader muda.
“Saya berharap forum ini dapat melahirkan program kerja konkret yang menyentuh persoalan krusial saat ini, seperti ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Ia juga berharap komunikasi dan kolaborasi antara pimpinan wilayah, daerah, cabang, hingga ranting semakin erat setelah Musywil berakhir. Dengan sinergi yang lebih kuat, setiap kebijakan dan program organisasi diharapkan tidak berhenti sebagai rumusan forum, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Bagi PCNA Glagah, partisipasi dalam Musywil ini bukan sekadar menghadiri agenda organisasi. Lebih dari itu, keikutsertaan tersebut menjadi ikhtiar untuk memperkuat kontribusi perempuan muda dalam membangun gerakan yang inklusif, berkemajuan, dan berkelanjutan. (*)
Penulis : Elis Nurhayati | Editor : Fathan Faris Saputro