Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Program Kewirausahaan SMAM 6 Paciran: Sukses Praktek Kripik Singkong

MuhammadiyahLamongan.com – Program Kewirausahaan (KWU) SMAM 6 Karangasem Paciran kembali menunjukkan kegiatan unggulannya dengan praktek pengolahan kripik singkong. Rabu, (7/2/2024), tim KWU dari SMAM 6 melakukan kegiatan tersebut. Tim ini terdiri dari siswi kelas X, XI, dan XII yang bersemangat. Praktek pengolahan makanan, seperti kripik singkong, telah menjadi kegiatan rutin bagi mereka. Sebelumnya, tim KWU telah berhasil menghasilkan berbagai produk, seperti seblak kering, seblak basah, cireng, basreng kering, dan jajanan lainnya yang sedang viral.

Produk hasil praktek tersebut tidak hanya dikonsumsi oleh siswa di sekolah, tetapi juga dipasarkan di kantin sekolah serta di berbagai acara bazar. Program KWU ini dijalankan dengan baik berkat koordinasi dari Nur Imamah, S.Pd. M.Pd. Jadwal rutin praktek KWU dilaksanakan dua kali dalam sepekan secara acak. Durasi praktek disesuaikan dengan jenis produk yang akan dibuat, biasanya dimulai dari pukul 14.00 WIB hingga 16.00 sore.

Tujuan dari program unggulan ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada siswa-siswi SMAM 6 Karangasem Paciran dalam bidang pengolahan makanan dan strategi pemasaran. Dengan demikian, para siswa diharapkan dapat memiliki keunggulan yang kompetitif ketika memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus dari SMA.

Alifiyah Rahmah, salah satu siswi yang terlibat dalam tim KWU, menyatakan kebahagiannya. “Saya sangat senang dapat bergabung dengan tim KWU SMAM 6 karena program ini memberi saya kesempatan untuk lebih kreatif dan mencoba menu-menu baru dalam hal jajanan,” ujarnya.

Praktek pengolahan makanan dilakukan di dapur KWU sekolah. Anggota tim KWU SMAM 6 meliputi Azzaliah, Renata Habibulan, Naurah Mufidah, Alifiah Rahmah, Salma Nabila, Naila Athirah, dan Acah. Dana untuk membeli bahan-bahan praktek diperoleh dari sumbangan ekstra sekolah, yang kemudian diberikan kepada anggota tim untuk dibelanjakan sesuai kebutuhan dalam praktek mereka. (*)

Reporter Luluk Mursyidah. Editor Fathan Faris Saputro.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Diklat Paskibra MIM 16 Karangasem Membentuk Kedisiplinan

Next Post

Himbauan Kwarda HW Lamongan: Pandu Diminta Aktif dalam Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share