Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Kado Milad Tapak Suci Putera Muhammadiyah ke-58

milad tapak suci

Pencak silat merupakan salah satu mutiara dalam kekayaan khazanah kebudayaan nusantara. Olah raga bela diri ini telah ada di Indonesia sejak lama dan terpelihara hingga kini.

Membahas tentang pencak silat, maka tidak luput dengan salahsatu Otonom Muhammadiyah yaitu, Tapak suci Putera Muhammadiyah, yang saat ini tepat tapak suci sudah berdiri 58 tahun, Tapak Suci dilahirkan ke dunia ini untuk membentuk insan yang berkarakter, pesilat yang beriman dan berakhlak mulia.

Tapak suci putera Muhammadiyah merupakan bagian terpenting dalam persyarikatan Muhammadiyah. Tapak suci putera Muhammadiyah dapat memberikan andil yang cukup besar dalam gerakan langkah kemajuan persyarikatan. Tapak suci putera Muhammadiyah biasanya menjadi bagian dari sekolah-sekolah dan menjadi bagian dari ekstrakurikuler dalam pendidikan karakter juga mendapat tempat yang cukup diperhitungkan adanya kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler juga dapat menjadi wadah dalam pembentukan karakter pada siswa, termasuk dalam tapak suci putera Muhammadiyah.

Perguruan Tapak Suci adalah perguruan yang merupakan peleburan sekaligus kelanjutan dari tiga paguron yang pernah ada sebelumnya, yaitu: Kasegu, Seranoman, dan CiKauman, berlandaskan Al Islam dan berjiwa ajaran KH. Ahmad Dahlan, memberantas Kesyirikan dan membina pencak silat yang berwatak serta berkepribadian Indonesia, melestarikan budaya bangsa yang luhur dan bermoral, serta mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama, bangsa, dan negara.

Tapak Suci ini berasas Islam, bersumber pada Al Qur’an dan As-Sunnah, berjiwa persaudaraan, berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom yang ke-11.

Tapak Suci berdiri pada tanggal 10 Rabiul Awal 1383 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 di Kauman Yogyakarta. Dengan motto “Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah”.

Tapak Suci Mendunia
​Pencak silat yang berdiri di Indonesia ini mengalami peningkatan dan perkembangan yang sangat segifikan dari tahun ke tahun, tapak suci sekarang tidak hanya ada di Negara Indonesia saja, namun sudah menyebar hampir di seluruh Dunia, tidak hanya di benua Asean dan Asia, namun sudah masuk di benua Eropa.

Atas kerja keras dan semangat yang luar biasa dari para Pendiri Tapak Suci dan para Pendekar yang yang lain, sehingga dapat memunculkan bibit-bibit baru dan kader-kadernya, Tapak Suci sampai tahun ini, berhasil berkembang sampai mancanegara. Sebut saja di antaranya di Jerman, Belanda, Suriname, Aljazair, Timor Leste, Singapura, Mesir, Taiwan, Pakistan, Uganda, Maroko, Thailand, Lebanon, Sudan, Malaysia, Palestina, Brunei dan Jordania.

​Terbukti pada kejuaraan Internasional “ Tapak Suci World Championship 2019” merebutkan piala M. Barrie Irsyad, yang di gelar di GOR sritex arena Solo pada tangga l -5 September 2019 yang lalu.

Seperti yang dikatakan Pendekar Afnan Hadikusumo Ketua PP Tapak Suci saat sambutanya di pembukaan, “Kejuraan Tapak Suci World Championship ini di dihadiri 547 Atlit dari 14 Negara yakni, Aljazair, Timor Leste, Singapura, Mesir, Taiwan, Pakistan, Jerman, Uganda, Maroko, Thailand, Lebanon, Sudan, Palestina, dan tuan rumah Indonesia”. Bahkan masih ada Negara lain yang mengikuti Tapak Suci namun tidak mengikuti kejuaraan ini.

Tapak Suci Berprestasi
​Tapak Suci selalu dalam proses pembentukan kepribadian pesilat yang tangguh, sehingga meraih puncak prestasi dibutuhkan proses yang sangat panjang dan polah pembinaan yang terarah.

Di usianya yang sudah ke 58 Tahun ini, prestasi Tapak Suci bukan semakin menurun tetapi semakin meningkat dari waktu ke waktu bahkan buktinya berhasil menyumbangkan banyak medali emas untuk Negara Indonesia.

Buktinya dapat medali emas pada ajang Asian Games, dan medali emas di ajang ASEAN Games Schools. Berkat jerih payahnya pelatih yaitu mas Rony Syaifull dan di bantu pelatih-pelatih yang lain. Tapak Suci tahun-tahun ini mendapat banyak prestasi di kanca Asean, Asia, bahkan dunia.

Menurut penulis setelah membaca beberapa artikel tentang Kejuaraan Tapak Suci, banyak atlit-atlit Tapak Suci yang berhasil membawa nama harum dan menyumbangkan medali untuk Indoensia, diantaranya yaitu Abas Akbar yang sering memperoleh medali Emas disaat kejuaraan, Iqbal Chandra Pratama, peraih medali emas di Belgia Open 2018, dan puncaknya meraih medali emas Asian Games 2018, dan Awaluddin Nur peraih medali perak di SEA GAMES 2013 dan 2015.

Pesilat yang Percaya Diri
Para anggotanpesilat Tapak Suci tidak hanya dituntut mampu menguasai keilmuan seni beladiri yang berlandaskan kekuatan, keterampilan, keindahan dan kecepatan pada setiap jurus-jurusnya.

Selain digembleng agar memiliki kekuatan fisik dan mental, anggota Tapak Suci juga dibekali keteguhan hati untuk menguatkan hubungan kepada Allah SWT, sehingga berani menghadapi segala medan dan tantangan yang ada. Setiap Anggota Tapak Suci disaat latihan pasti membaca lafadz la haula wala quwwata illa billah yang artinya tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah SWT, manakala menghadapi lawan-lawannya. Inilah yang menumbuhkan kepercayaan diri setiap siswa dan kader Tapak Suci di segala medan dan ancaman.

Harapan tapak suci kedepan
Diusia yang tidak mudah lagi yaiu di 58 tahun ini, Tapak Suci harus bisa mengukir sejarah lagi, seiring dengan perkembangan zaman, dan berkembangnya aliran-aliran perguran pencak silat lain yang ada di Indonesia, maka dari itu Tapak Suci harus antisipasi dan menyiapkan bibit-bibitnya mulai dari awal.

Pengamatan saya sendiri Masih terlihat di kejuaraan-kejuaraan yang di selenggarakan oleh IPSI, Tapak Suci masih ada di bawah pencak silat lain, ini salah satu bukti bahwa Tapak suci harus menyiapkan dan bersungguh-sungguh dalam melatih anggota-anggotanya agar Tapak suci selalu terlihat dan mendapat Juara di setiap ajang perlombaan, mulai dari tingkat kabupaten,provinsi,Nasional,bahkan tingkat Dunia. Terlebih lagi terpilih untuk mewakili Indonesia untuk perlombaan Pancak Silat Internasioanal.

“Dengan Iman dan Akhlak Saya Menjadi Kuat Tanpa Iman dan Akhlak Saya Menjadi Lemah”

Oleh : Alfain Jalaluddin Ramadlan

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Bapak Budi Utomo dimata Para Alumni

Next Post

PK IMM Iskandariyah UMLA Tadarus Gerakan Intelektual Profetik

Read next

Persahabatan

Sangat mungkin kata dalam Bahasa Indonesia persahabatan ini berasal dari kata (kalimat) Bahasa Arab…
maslahul-falah

Puasa Doxing

MuhammadiyahLamongan.com– Bangsa Indonesia memiliki kebiasaan berselancar di dunia maya. Penelusuran AI…
0
Share