MuhammadiyahLamongan.Com-Muktamar bermarwah, muktamar uswah Hasanah, muktamar berkemajuan, dan muktamar kebersamaan.
Demikian yang disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi dalam acara penutupan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48, di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Ahad (20/11/2022).
Gerakan Islam
Haedar Nashir dalam sambutannya mengatakan, masalah tantangan dan ruang baru untuk kita hadir sebagai gerakan Islam yang membawa misi dakwah dan tajdid terbuka, terbentang luas horizon kita berdiri dalam melihat persoalan tantangan dan kehidupan di ramah lokal, nasional, dan global harus semakin tinggi dan luas.
“Saya menyadari, daya hidup, kebersamaan, kekuatan sistem yang menjadi karakter Muhammadiyah akan selalu membingkai mereka,” ujarnya.
Kita, kata suami dari Noordjannah Djohantini yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PP ‘Aisyiyah 2015-2020 ini, membersamai umat bangsa dan kemanusiaan di tingkat global untuk selalu menghadirkan Islam yang damai, menyatukan, memakmurkan, memajukan peradaban hidup dalam misi besar.
Kemudian —Prof Haedar—sapaan akrabnya mengutip Qs al-Anbiya ayat 107
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.
“Insyaallah itulah yang selalu hidup dalam jiwa, pikiran, orientasi gerakan kita di Muhammadiyah” ungkap pria lulusan SMA Negeri 10 Bandung tersebut.
Islam Berkemajuan
Kemudian Pria yang pernah menjadi Sekretaris PP Muhammadiyah periode 2000- 2005 ini menambahkan. “Walupaun Muktamar telah berakhir. Namun perjalanan kita terus dengan spirit Islam berkemajuan,” ujarnya.
Dan Innsyaallah Muhammadiyah dengan Islam berkemajuan akan selalu membersamai umat bangsa dan kemanusiaan semesta. Dengan cinta dan pengkhidmatan.
“Muktamar bermarwah, Muktamar uswah hasanah, Muktamar berkemajuan, dan Muktamar kebersamaan,” tutur alumnus S3 dari Universitas Gadjah Mada ini. Dan disambut tepuk tangan para audiens.
Penulis: Alfain Jalaluddin Ramadlan