MuhammadiyahLamongan.com – Pelajar SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng berhasil menyabet juara 3 Olimpiade PAI (Pendidikan Agama Islam). Labibah Hamidah Mujahidin siswi kelas 4 yang terkenal dengan sebutan anak yang humble berhasil dalam Olimpiade PAI tingkat Se-Karisedenan yang dilaksanakan pada Ahad (26/02/2023).
Olimpiade yang digagas oleh SMP Muhammadiyah 1 Babat Lamongan yang bekerjasama dengan Tim LBB Rumah Genius diikuti oleh siswa-siswa kelas 4, 5, dan 6 tingkat SD/MI sederajat dari lima kota yaitu Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Tuban, dan Jombang.
Labibah sapaan akbrabnya mengaku bahwa akan terus semangat dalam belajar untuk memberikan hasil yang terbaik. Walaupun sempat berkali-kali gagal dalam perlombaan beberapa bidang namun itu tak membuat dirinya putus asa.
“Saya pegang ucapan guru saya, gagal itu indah, maka ramu lagi dengan semangat dan pantang menyerah. Mumpung masih muda mari menghabiskan jatah gagal kita. Nanti kalau sudah habis tinggal tuai hasilnya,” tuturnya.
“Saya menemukan banyak hal dalam proses belajar terutama dalam bimbingan bersama salah satu guru saya. Beliau bilang, belajar itu proses mau bukan bisa. Jika mau pasti bisa,” ucapnya.
Ia akhirnya menyadari bahwa yang menjadi tolok ukur untuk mencapai segala keinginan adalah diri sendiri. Ia banyak berdoa dan SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng mendukung juga banyak membantu ia sehingga hari itu ia bisa mendapatkan juara 3.
Menurutnya, proses bimbingan yang melelahkan namun juga menyenangkan. Melawan kantuk, lelah, serta menyita waktu bermain juga harus menghafal materi yang banyak terlebih dimateri kelas lima dan enam yang belum kenal karena masih berada di bangku kelas 4. Tantangan baru dan ilmu baru.
Ia menambahkan, saat berkompetisi mengerjakan soal, baginya ketenangan adalah kunci utama. Hati tenang akan menciptakan keberhasilan. Teliti dan gunakan waktu sebaik-baiknya tak perlu memperhatikan yang lain.
Anak yang humble ini juga membagi tips untuk belajar. Pertama, hilangkan rasa ragu dan jangan takut untuk mencoba hal baru. Kedua, bukan tentang banyaknya belajar akan tetapi konsisten tinggi yang dibutuhkan. Ketiga, kuncinya yaitu pikiran yang tenang. Yakin bisa. Insya Allah materi akan mudah dipahami.
Sementara kata Ustadzah Apriliana Rosidatul Islamiyah salah satu guru pembimbing Labibah di SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng Lamongan mengatakan. Labibah adalah satu anak yang semangat belajar. Ketika diajak bimbingan jarang mengeluh. Bahkan keinginan untuk belajarnya tinggi.
“Ketika saya bilang sampai disini dulu belajarnya, dia bilang tambah lagi jam-nya. masih banyak yang belum saya fahami. Saya ingin belajar sampai bisa,” pungkasnya. (Fathan Faris Saputro)