MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan kaderisasi Baitul dan Darul Arqom di SMA Muhammadiyah 1 Babat tahun pelajaran 2025–2026 resmi dimulai pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pelajar Tangguh di Era Digital Berlandaskan Aqidah yang Kokoh.”
Pembukaan dilaksanakan tepat pukul 07.00 WIB di aula sekolah dengan diikuti seluruh peserta Baitul Arqom.Program kaderisasi ini dibagi menjadi dua tahap. Baitul Arqom diperuntukkan bagi siswa kelas X yang berlangsung pada 9–12 Maret 2026 tanpa bermalam.
Sementara Darul Arqom diperuntukkan bagi siswa kelas XI yang akan dilaksanakan pada 13–15 Maret 2026 dengan kegiatan bermalam pada malam terakhir.
Materi Modernisasi Gerakan Muhammadiyah
Pada hari pertama pelaksanaan Baitul Arqom, peserta mendapatkan materi “Modernisasi Gerakan Muhammadiyah” yang disampaikan oleh Ustadzah Dzia Aida Mafaza, Lc, seorang musrifah dari SMP Muhammadiyah 1 Babat.
Di hadapan para peserta, ia menjelaskan bahwa modernisasi dalam Muhammadiyah bukan berarti meninggalkan ajaran Islam, tetapi justru memperbarui cara berpikir dan gerakan dakwah agar selaras dengan perkembangan zaman.
“Modernisasi Muhammadiyah adalah usaha memperbarui cara berpikir dan gerakan Islam agar sesuai perkembangan zaman, tetapi tetap berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah,” jelas gadis asal Rembang jebolan PUTM PP Muhammadiyah tersebut
Ia juga menjelaskan latar belakang berdirinya Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan. Menurutnya, saat itu kondisi umat Islam menghadapi berbagai persoalan, di antaranya tertinggal dalam bidang pendidikan, praktik keagamaan yang bercampur dengan takhayul, serta kondisi sosial yang lemah.
Pengaruh Pemikiran Pembaruan Islam
Lebih lanjut, Ustadzah Dzia memaparkan bahwa gerakan pembaruan atau tajdid dalam Muhammadiyah tidak muncul begitu saja. Gerakan ini dipengaruhi oleh pemikiran tokoh-tokoh reformis Islam dunia seperti Jamal al-Din al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rashid Rida.
Ia menjelaskan bahwa konsep tajdid memiliki dua aspek utama, yaitu:
- Purifikasi, yakni pemurnian ajaran Islam dari praktik yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
- Tajdid atau pembaharuan, yaitu mendorong umat Islam untuk berkembang dan maju dalam berbagai bidang kehidupan.
Menurutnya, semangat tajdid inilah yang kemudian melahirkan berbagai bentuk modernisasi dalam gerakan Muhammadiyah, seperti pengembangan pendidikan modern, dakwah rasional, gerakan sosial melalui sekolah, rumah sakit, panti asuhan, serta organisasi yang tertata dengan baik.
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab dengan pemateri untuk memperdalam pemahaman mereka tentang sejarah dan pemikiran Muhammadiyah.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia kemudian menyerahkan cinderamata kepada pemateri yang diberikan oleh Ibu Ummu Mahmudah.
Melalui kegiatan Baitul Arqom ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami sejarah dan pemikiran Muhammadiyah, tetapi juga mampu menjadi pelajar tangguh yang berakidah kokoh serta siap menghadapi tantangan era digital.
Penulis Aminulloh Fatkhur Roziqi Editor Lim