Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Bangun Akhlak Pelajar, Baitul Arqom SMA Muh1ba Bahas Fiqih Pergaulan

MuhammadiyahLamongan.com – Peserta Baitul Arqom di SMA Muhammadiyah 1 Babat kembali mendapatkan pembekalan penting terkait Fiqih Pergaulan dan Etika pada hari ketiga kegiatan. Acara Belangsung di Aula sekolah SMA Muhammadiyah 1 Babat. Rabu (11/3/2026).

Materi tersebut disampaikan oleh Ustadzah Dra. Zaimatus Tjalichah, salah satu guru sekaligus aktivis Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Sekaran. Dalam penyampaian materinya, ia didampingi oleh moderator dan notulen yang membantu jalannya diskusi agar lebih terarah dan interaktif.

Di hadapan para peserta Baitul Arqom, Ustadzah Zaimatus menjelaskan bahwa pergaulan dan etika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sosial manusia. Ia memaparkan bahwa pergaulan merupakan proses interaksi dinamis antara individu maupun kelompok yang terjadi dalam berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas.

Sementara itu, etika berasal dari kata ethos yang berkaitan dengan nilai moral, kebiasaan baik, serta norma yang menjadi pedoman dalam bersikap dan berinteraksi dengan orang lain. Menurutnya, etika memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Etika menjadi komponen penting dalam kehidupan bermasyarakat karena dari sanalah seseorang belajar menghargai, menghormati, dan menjaga hubungan baik dengan sesama,” jelasnya di hadapan para peserta.

Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan prinsip-prinsip universal dalam etika pergaulan, seperti kejujuran, tanggung jawab, saling menghormati, serta menjaga sikap dalam setiap interaksi sosial. Lebih lanjut, ia memberikan berbagai contoh penerapan etika dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah, sekolah, masyarakat, hingga di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi dan dunia digital menuntut generasi muda untuk semakin bijak dalam berperilaku.

“Pergaulan di era digital tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui media sosial. Karena itu etika tetap harus dijaga agar tidak menimbulkan konflik, kesalahpahaman, atau bahkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain,” paparnya.

Ia juga mengingatkan bahwa mengabaikan etika dalam pergaulan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti rusaknya hubungan sosial, munculnya konflik, hingga menurunnya kepercayaan dari lingkungan sekitar.

Materi ini disampaikan secara interaktif sehingga para peserta tampak antusias mengikuti jalannya pembelajaran. Mereka juga diajak untuk merefleksikan perilaku sehari-hari agar mampu menerapkan nilai-nilai etika dalam kehidupan nyata.

Melalui materi ini diharapkan peserta Baitul Arqom tidak hanya memahami konsep etika secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar Muhammadiyah yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab dalam pergaulan.

Penulis Aminulloh Fatkhur Roziqi  Editor Lim 

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Baitul Arqom Muhiba, Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Lewat Materi Organisasi

Next Post

Darul Arqom: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta kepada Siswa

Read next
0
Share