Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Bazar UMKM Jadi Nafas Dakwah Ekonomi pada Milad ke-113 Muhammadiyah di Lamongan

MuhammadiyahLamongan.com – Sejak pagi, deretan tenda Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Muhammadiyah tampak memenuhi halaman Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Sabtu (20/12/2025). Bazar UMKM tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-113 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.

Sebanyak 35 tenda bazar turut meramaikan peringatan hari jadi Muhammadiyah. UMKM yang terlibat berasal dari berbagai unsur persyarikatan, di antaranya Saudagar Muda Muhammadiyah, Suara Muhammadiyah (SM) Corner, Ikatan Saudagar Wirausaha ‘Aisyiyah (ISWARA), serta Asosiasi Pengusaha Nasyiatul ‘Aisyiyah (APUNA).

Beragam produk ditawarkan kepada ribuan warga Muhammadiyah yang hadir, mulai dari aneka jajanan dan minuman, makanan olahan, busana, kopiah, hingga atribut khas Muhammadiyah. Kehadiran bazar ini tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga menjadi ruang promosi dan pemberdayaan ekonomi warga persyarikatan.

“Rasanya belum lengkap menghadiri Milad Muhammadiyah jika belum berkunjung ke stan ISWARA Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Lamongan,” ujar salah satu pengunjung yang mengenakan seragam ‘Aisyiyah.

Stan ISWARA diikuti oleh tujuh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA), yakni PCA Sugio, Lamongan, Deket, Turi, Sekaran, Laren, dan Tikung. Partisipasi aktif cabang-cabang tersebut menunjukkan semangat kolektif dalam menggerakkan ekonomi berbasis jamaah.

Ketua ISWARA, Hazar Falasifa, mengungkapkan rasa syukurnya atas dampak positif kegiatan bazar tersebut. Menurutnya, keikutsertaan dalam agenda Milad Muhammadiyah bukan hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga perluasan pasar sekaligus syiar bahwa bergabung dalam ‘Aisyiyah memberikan banyak manfaat.

“Alhamdulillah, respons konsumen pada bazar kali ini luar biasa. Hampir 90 persen produk yang kami jual habis terjual,” ujarnya dengan penuh kebahagiaan.

Bazar UMKM ini menjadi bukti bahwa dakwah Muhammadiyah tidak hanya bergerak di bidang pendidikan dan sosial, tetapi juga melalui penguatan ekonomi umat. Sinergi antara persyarikatan dan organisasi otonom (ortom) diharapkan mampu terus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)

Reporter Isro’im Maghfiroh. Editor Fathan Faris Saputro.

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Milad Akbar ke-113 Muhammadiyah di Lamongan, Bupati Tekankan Peran Strategis Persyarikatan dalam Pembangunan Daerah

Next Post

Tekadkan Memajukan Kesejahteraan Bangsa, Milad ke-113 Muhammadiyah Lamongan Megilan

Read next
0
Share