Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Belajar dari Kauman Yogyakarta, SD Muhammadiyah 1 Pucuk Tanamkan Nilai Perjuangan KH. Ahmad Dahlan

MuhammadiyahLamongan.Com- Dalam upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan dan keteladanan KH. Ahmad Dahlan kepada generasi muda, SD Muhammadiyah 1 Pucuk (SDMu S1P) menggelar kegiatan Napak Tilas Sejarah Muhammadiyah di Kampung Kauman, Yogyakarta, yang dikenal sebagai kampung kelahiran gerakan Muhammadiyah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, pada 23 hingga 25 Mei 2025.

Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari siswa kelas 5 dan 6, guru, serta wali murid, turut serta dalam kegiatan ini. Mereka menapaki jejak perjuangan Sang Pencerah melalui kunjungan ke 10 titik penting sejarah Muhammadiyah, mulai dari Masjid Gede Kauman, tempat KH. Ahmad Dahlan pertama kali menggemakan semangat tajdid, hingga Musholla Putri Aisyiyah, simbol perjuangan pendidikan perempuan dalam Islam.

Rangkaian napak tilas ditutup di Langgar Kidul, tempat bersejarah yang menjadi pusat pengajian awal KH. Ahmad Dahlan. Selanjutnya, peserta melanjutkan perjalanan spiritual ke Makam KH. Ahmad Dahlan di Kampung Karangkajen, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan beliau. Tak kalah penting, peserta juga mengunjungi Museum Muhammadiyah yang berada di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk memperdalam wawasan sejarah gerakan Islam berkemajuan tersebut.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Pucuk, Romaji, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar wisata edukatif, melainkan pembelajaran nilai yang mendalam bagi siswa dan keluarga besar sekolah.

“Melalui napak tilas ini, kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal sejarah Muhammadiyah secara teori, tapi juga merasakan langsung atmosfer perjuangan KH. Ahmad Dahlan. Dari Kauman, kita belajar bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang tulus dan penuh keikhlasan,” ujar Romaji.

Antusiasme peserta tampak begitu besar. Para siswa menunjukkan semangat belajar yang tinggi, sementara para orang tua dan guru menikmati momentum kebersamaan dalam semangat perjuangan dan pendidikan.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat KH. Ahmad Dahlan masih hidup dan terus diwariskan, terutama melalui pendidikan dasar yang membangun karakter dan jiwa keislaman yang kuat pada anak-anak sejak dini.

Penulis: Romaji, Editor: Ma’in

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Pembukaan Musykerda Memukau, Hari Libur Pun Tetap Bergiat Dengan Nasyiyatul Aisyiyah

Next Post

Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran gelar Wisuda Purna Siswa TP.2024-2025

Read next
0
Share