Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Cabup-Cawabup Lamongan, ini Pandangan Koordinator Jaringan Cendekiawan Muda (JadeMu) Lamongan, Sholihul Huda, M. Fil. I

58 sec read

muhammadiyahlamongan.com – Sebentar lagi kepemimpinan Lamongan dibawa Bupati Fadeli dan Wakil Bupati Kartika Hidayati akan  berakhir pada 2020. Masyarakat Lamongan akan kembali melaksanakan Pilkada serentak  2020 untuk memilih Bupati- Wakil Bupati Lamongan, periode 2020-2025.

Menyikapi pergantian kepemimpinan Lamongan, Koordinator Jaringan Cendekiawan Muda (JadeMu) Lamongan Sholikh Al Huda mengatakan, sangat penting mengetahui persepsi masyarakat Lamongan terkait  profil calon pemimpin (Bupati-Wakil Bupati, red) mendatang. Sesuai dengan apa yang dikehendaki masyarakat dan demi kemajuan Lamongan.

Menurut pria yang juga sebagai Sekjen DPD KNPI Jatim, berdasarkan hasil sharing dengan berbagai kalangan warga Lamongan diantaranya, aktivis mahasiswa- pemuda, tokoh sosial- politik, perantaun, cendikiawan muda, tokoh Agama, menurut Huda,  hasilnya,  masyarakat Lamongan butuh Pemimpin yang merakyat dan fresh.

Kader muda Muhammadiyah asal Desa Moropelang, Kecamatan Babat tersebut menambahkan, ada beberapa kriteria Bupati- Wakil Bupati Lamongan yang diharapkan diantaranya, lahir asli Lamongan, agar memahami betul sosio kultur Lamongan.

Paham peta persoalan dan potensi rakyat Lamongan, sehinga program yang dibuat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan rakyat Lamongan.

Mayoritas rakyat Lamongan bekerja pada sektor pertanian, pertambakan dan perikanan laut.  Maka sektor – sektor tersebut harus menjadi basis peta pembangunan Lamongan.

Program pembangunan yang pro kepentingan rakyat Lamongan bukan pada titipan investor, sehingga jika terjadi konflik kepentingan antara rakyat dan investor berpihak pada kepentingan rakyat.

Mau mendengarkan dan duduk bareng  bersama rakyat Lamongn dalam membahas pembangunan Lamongan

Dan terakhir mampu menjadi orang tua semua rakyat Lamongan.

Sementara kreteria fresh adalah, usia pemimpin Lamongan yang baru maksimal 40 tahun. Memiliki jaringan luas dalam dan luar negeri, memiliki komunikatif yang baik, cepat tanggap persoalan, dekat dan paham persoalan kaum milineal Lamongan, programnya untuk kemajuan kaum miliniel, dan prioritas pengembangan SDM warga Lamongan. (*)

Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *