Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Dari Apel Senin Pagi, MTs Mutif Menumbuhkan Budaya Belajar dan Bertumbuh Bersama

MuhammadiyahLamongan.com – Rutinitas apel Senin pagi di MTs Muhammadiyah 25 Brondong (MTs Mutif), Senin (3/8/2026), berlangsung berbeda. Di balik barisan rapi para siswa yang memenuhi lapangan madrasah sejak pukul 06.30 WIB, tersimpan semangat kolaborasi, pembelajaran, dan apresiasi yang menguatkan budaya bertumbuh bersama.

Seperti biasa, seluruh siswa kelas VII hingga IX telah berbaris rapi di bawah komando Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) MTs Mutif Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan (PIP). Namun, pagi itu barisan mereka bertambah panjang dengan kehadiran lima mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Paciran yang didampingi dosen pembimbing lapangan. Kehadiran mereka menandai dimulainya program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun 2026 di MTs Mutif.

Apel pagi yang biasanya diisi amanat pembina apel kali ini berubah menjadi momentum penyambutan peserta KKNT. Protokoler apel, Ervina Dwi Nur Azizah, memandu jalannya kegiatan dengan susunan acara yang telah disesuaikan.

Ketua KKNT, Hidayatul Ilya, memperkenalkan program yang akan dijalankan selama satu bulan ke depan. Menurutnya, KKNT merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Selama berada di MTs Mutif, mahasiswa tidak hanya mendampingi proses pembelajaran di kelas, tetapi juga akan melaksanakan berbagai kegiatan di luar kelas, seperti edukasi kesehatan remaja dan bakti sosial. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik melalui bimbingan pimpinan serta guru-guru MTs Mutif.

Harapan serupa disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan KKNT STIT Muhammadiyah Paciran, Dr. Ahmad Hasan Al Bana, S.H.I., M.I.R.K.H. Dalam sambutannya, Hasan mengingatkan para mahasiswa agar menjadikan masa KKNT sebagai kesempatan belajar yang sesungguhnya.

“MTs Mutif akan menjadi laboratorium kehidupan bagi kalian. Di sinilah kalian mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh di kampus dengan terjun langsung sebagai pendidik di sebuah lembaga,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan MTs Mutif yang kembali membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa STIT Muhammadiyah Paciran untuk belajar dan mengabdi.

Sambutan hangat diberikan Kepala MTs Mutif, Suaidi, M.Pd. Ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada madrasah yang dipimpinnya.

Menurut Suaidi, kerja sama tersebut bukan kali pertama terjalin.

“Hari ini bukan KKN pertama dari STIT Muhammadiyah Paciran di MTs Mutif. Tahun 2026 ini bahkan menjadi pelaksanaan KKNT yang ketiga di madrasah kami,” ungkapnya, yang disambut tepuk tangan seluruh peserta apel.

Ia juga berpesan kepada seluruh siswa agar menerima kehadiran mahasiswa KKNT dengan terbuka. Baginya, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung dari guru kepada siswa, tetapi juga melalui interaksi antarsesama yang saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

“Mahasiswa maupun siswa sejatinya sedang sama-sama belajar. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk saling mendukung dan saling menginspirasi,” pesannya.

Apel pagi itu juga menjadi panggung apresiasi bagi para atlet Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM) MTs Mutif yang berhasil menorehkan prestasi pada ajang Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Lamongan tingkat Jawa Timur.

Selain menerima medali dari penyelenggara, para atlet memperoleh sertifikat penghargaan dan uang pembinaan dari madrasah sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka.

Empat atlet yang seluruhnya berhasil meraih prestasi tersebut ialah Aqillah Widadtunnada Ramadhani (Juara II Praremaja Kelas E), Kayana Tsuraya Dwiyan Syah (Juara I Praremaja Kelas K), Lina Rahmawati Zavara (Juara I Praremaja Kelas E), dan Muhammad Robby Hably (Juara II Praremaja Kelas G).

Dengan mengenakan seragam merah-kuning khas Tapak Suci, mereka berdiri di tengah lapangan menerima penghargaan di hadapan seluruh warga madrasah. Penghargaan itu bukan sekadar bentuk ucapan terima kasih, melainkan juga upaya menumbuhkan semangat berfastabiqul khairat, menginspirasi siswa lain untuk terus berprestasi, serta menegaskan komitmen MTs Mutif dalam mendampingi pengembangan minat dan bakat setiap peserta didik.

Pagi itu, apel Senin di MTs Mutif melampaui makna sebuah rutinitas. Ia menjelma menjadi ruang bertemunya semangat belajar, kolaborasi, pengabdian, dan penghargaan atas prestasi. Dari lapangan sederhana itu, tumbuh keyakinan bahwa pendidikan bukan sekadar proses mentransfer ilmu, melainkan juga membangun karakter, memperluas jejaring kolaborasi, dan menumbuhkan budaya untuk terus belajar serta bertumbuh bersama. (*)

Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro

2
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Every little thing You Required to Learn About Gambling Enterprise Bonus Offer No Wagering

Next Post

Jangan Meremehkan Kekuatan Doa

Read next
0
Share