Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Di Milad ‘Aisyiyah, Ahmad Labib Ingatkan Pentingnya Pendidikan Tauhid Sejak Dini

MuhammadiyahLamongan.com – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Timur X, Ahmad Labib, S.H.I., M.H., mengajak masyarakat memperkuat pendidikan tauhid dan moral sejak usia dini sebagai bekal menghadapi tantangan di era digital. Pesan tersebut disampaikannya dalam Tabligh Akbar Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan, Ahad (26/7/2026).

Dalam sambutannya, Ahmad Labib mengungkapkan bahwa dirinya baru menerima amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Pengembangan Jaringan Saudagar Muhammadiyah. Ia menjelaskan, kepengurusan baru tersebut tengah mempersiapkan penyelenggaraan pameran bisnis berskala internasional yang akan melibatkan peserta dari berbagai negara.

Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Perdagangan dan perwakilan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jejaring ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi Muhammadiyah di tingkat global.

Dalam agenda internasional itu, Ahmad Labib menyatakan komitmennya menyediakan ruang khusus bagi ‘Aisyiyah untuk menampilkan berbagai kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat. Menurut dia, organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan pelayanan sosial yang layak diperkenalkan kepada dunia internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kiprah ‘Aisyiyah yang dinilainya telah memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan bangsa. Kedekatan emosional dengan organisasi itu, menurut Ahmad Labib, telah terjalin sejak kecil. Ia merupakan alumnus Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah, belajar mengaji di lingkungan ‘Aisyiyah, serta tumbuh dalam keluarga dengan ibu yang aktif di organisasi tersebut.

Di sisi lain, Ahmad Labib menyoroti pesatnya perkembangan teknologi yang menghadirkan tantangan baru bagi kehidupan manusia. Menurut dia, kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi digital mampu mempelajari berbagai informasi yang dibagikan manusia melalui aktivitas di media sosial maupun komunikasi digital.

“Kita tidak boleh kehilangan kendali atas teknologi. Teknologi harus menjadi alat yang membantu kehidupan manusia, bukan sebaliknya membuat manusia bergantung sepenuhnya kepadanya,” ujarnya.

Karena itu, Ahmad Labib menekankan pentingnya penguatan pendidikan tauhid di lingkungan keluarga. Ia menilai tantangan keimanan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan masa lalu. Jika dahulu kemusyrikan muncul karena keterbatasan pengetahuan, kini tantangan itu dapat hadir melalui sikap berlebihan dalam mengagungkan kemampuan teknologi dan hasil ciptaan manusia.

Oleh sebab itu, ia mengajak para orang tua menanamkan nilai-nilai ketauhidan sejak dini agar generasi muda memiliki fondasi keimanan yang kokoh di tengah derasnya arus perkembangan teknologi.

Menutup sambutannya, Ahmad Labib mengingatkan pentingnya pendidikan moral sebagai pendamping pendidikan keagamaan. Menurut dia, keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk akhlak anak sehingga mampu membedakan nilai-nilai yang selaras dengan ajaran agama serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tantangan moral pada era modern.

“Pendidikan karakter, moral, dan keimanan harus berjalan beriringan agar lahir generasi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi perubahan zaman,” tuturnya. (*)

Penulis : Alifatus Zahroh | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Free Slots No Downloads in Canada

Next Post

Test Post Created

Read next
0
Share