MuhammadiyahLamongan.com — Fenomena gerhana bulan mewarnai pelaksanaan hari ketujuh Darul Arqom di SMA Muhammadiyah 10 Sugio, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang diikuti siswa kelas XI tersebut berlangsung terstruktur dan sarat nilai spiritual.
Rangkaian acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama yang diikuti seluruh peserta dengan antusias. Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat para siswa dalam mengisi Ramadan dengan aktivitas yang bermakna.
Setelah tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tauhid yang membahas dasar-dasar keyakinan dalam ajaran Islam. Dalam sesi ini, peserta diajak memperdalam pemahaman tentang keesaan Allah SWT sebagai fondasi utama kehidupan beragama.
Menjelang waktu berbuka, seluruh peserta mengikuti buka puasa bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib dan salat khusuf yang dilaksanakan bertepatan dengan terjadinya gerhana bulan.
Usai salat, acara dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Drs. Nur Shodiq HS., M.Pd.I. Dalam tausiyahnya, ia menekankan makna spiritual di balik fenomena alam tersebut.
“Marilah kita melihat apa yang terjadi hari ini. Gerhana bulan menjadi pelajaran bagi kita bahwa Allah ingin menunjukkan kekuasaan-Nya serta memantapkan keimanan kita kepada-Nya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa iman merupakan perkara paling utama dalam kehidupan seorang Muslim. “Iman adalah hal yang paling penting. Semua bergantung pada keyakinan kita dalam mengambil pelajaran, baik dari peristiwa yang menyenangkan maupun yang tidak, di dunia ini,” tambahnya.
Selain itu, ia mengajak para siswa untuk memperbanyak zikir dan senantiasa mengingat Allah SWT. Menurutnya, kesadaran bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak berdaya akan menumbuhkan ketundukan serta keikhlasan dalam beribadah.
Dalam penutupnya, ia mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama melalui infak dan sedekah. Ia menekankan bahwa infak tidak selalu berbentuk materi, tetapi juga dapat berupa tenaga, pikiran, maupun waktu yang bermanfaat bagi orang lain.
Kegiatan hari ketujuh Darul Arqom ditutup dengan pelaksanaan salat Tarawih berjemaah yang diikuti seluruh peserta.
Pelaksanaan Darul Arqom yang telah berlangsung selama tujuh hari ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi siswa dalam menumbuhkan keimanan, memperkuat akhlak, serta membangun kesadaran berbagi di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (*)
Penulis Tika Nur Mala. Editor Fathan Faris Saputro.