Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Hangat dan Khidmat Tasyakuran Lepas Pasrah MTs MUTIF Brondong Penuh Pesan Pendidikan

MuhammadiyahLamongan.com – MTs Muhammadiyah 25 (MUTIF) Brondong menggelar Tasyakuran Lepas Pasrah Kelas IX Tahun Pelajaran 2025–2026 pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di AOLA Signature, Paciran, Lamongan, itu berjalan khidmat sekaligus hangat. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan para siswa di bangku madrasah sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Suasana AOLA Signature pada pagi hari masih tampak lengang ketika sejumlah guru mulai hadir sekitar pukul 07.30 WIB. Beberapa staf kafe terlihat sibuk menyiapkan kebutuhan acara yang digelar di lantai dua gedung tersebut. Dari lokasi itu, para tamu dapat menikmati panorama Pantai Utara Lamongan yang membentang di kejauhan.

Kursi-kursi telah tertata rapi sejak pagi. Banner utama bernuansa oranye muda terpampang di bagian depan ruangan berukuran 25 x 8 meter persegi itu. Lagu-lagu syiar perjuangan Muhammadiyah turut mengiringi suasana, menciptakan nuansa hangat sekaligus penuh semangat.

Keramaian mulai terasa ketika para tamu berdatangan satu per satu. Para siswa bersama wali murid hadir memenuhi ruang acara, disusul jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah Brondong beserta organisasi otonomnya, para pembina ekstrakurikuler, hingga Lurah Brondong. Dua guru muda tampak menyambut tamu dengan senyum ramah di ujung tangga sebelum mereka menempati kursi yang telah disediakan.

Tepat pukul 09.00 WIB, acara pra-pembukaan dimulai. Amanda Sabrina El Rahma, S.Pd. dan Muhammad Farel Mahardika tampil sebagai pembawa acara. Suasana semakin hidup ketika Atiqa Zahira Syifa dan Eka Putri Aprilia, siswi kelas IX, membawakan lagu bertema persahabatan yang menggambarkan makna kebersamaan selama menempuh pendidikan di MTs MUTIF.

Rangkaian Tasyakuran Lepas Pasrah kemudian dibuka secara resmi. Zahra Asahi Jannah dari kelas IXB dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an, sementara Faizatul Maghfiroh dari kelas IXA memimpin lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah. Penampilan para siswa menjadi perhatian tersendiri karena dianggap sebagai kesempatan terakhir mereka menunjukkan bakat di hadapan guru dan wali murid.

“Ini kesempatan terakhir anak-anak menunjukkan bakatnya. Kalau bisa, kita berikan kesempatan itu kepada mereka,” ujar Umi Izzatin, S.Pd., wali kelas IXB, usai acara.

Kegiatan yang digelar sebelum agenda wisuda terpadu Perguruan Muhammadiyah Brondong tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban madrasah terhadap perkembangan peserta didik selama tiga tahun belajar. Selain itu, acara ini juga dimaknai sebagai momentum penyerahan kembali tanggung jawab pendidikan kepada orang tua dan wali murid.

Kepala Madrasah MTs MUTIF Brondong, Suaidi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berpesan agar para siswa tidak berhenti belajar dan tetap memiliki keyakinan untuk mengejar cita-cita mereka. Menurutnya, pendidikan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Rasa haru dan syukur juga disampaikan para wali murid. Fitria Wati, wali dari Natasya Dwi Kirania Setiawan kelas IXA, mengungkapkan terima kasih atas perjuangan para guru selama mendampingi siswa. Ia juga menyampaikan doa-doa terbaik bagi guru dan seluruh peserta didik agar terus meraih keberhasilan di masa mendatang.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut datang dari berbagai pihak. Lurah Brondong, Muhammad Riandol, S.E., hadir langsung membersamai jalannya acara. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada guru, wali murid, dan para siswa agar terus semangat dalam menempuh pendidikan dan membangun masa depan. (*)

Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Transisi PAUD ke MI Dibuat Hangat dan Interaktif, MI Muhammadiyah 07 Sidokelar Gandeng TK ABA Sidokelar

Next Post

Lurah Brondong Ajak Siswa MTs MUTIF Menyelam Lebih Dalam demi Meraih Mutiara Masa Depan

Read next
0
Share