MuhammadiyahLamongan.com – MTs Muhammadiyah 25 Brondong atau yang dikenal dengan MTs MUTIF menggelar tasyakuran Lepas Pasrah Kelas Akhir Tahun Ajaran 2025–2026 pada Selasa (19/5/2026). Agenda tahunan tersebut menjadi momentum pelepasan siswa kelas akhir yang telah menuntaskan proses belajar di jenjang madrasah tsanawiyah. Meski digelar di sebuah kafe modern di kawasan Paciran, Lamongan, suasana acara tetap berlangsung hangat dan khidmat.
Aola Signature Kandangsemangkon, Paciran, Lamongan menjadi titik berkumpul keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Brondong. Acara dihadiri siswa beserta orang tua, pimpinan dan dewan guru MTs MUTIF, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Brondong bersama organisasi otonom, civitas Perguruan Muhammadiyah Brondong, hingga Lurah Brondong. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat kegiatan tidak sekadar seremoni perpisahan, tetapi juga ruang pemberian motivasi bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Ketua Badan Pendidikan Komplek Perguruan Muhammadiyah Brondong (BPKPMB), Heru Purnama, S.Ag., M.Pd., mengingatkan pentingnya menjaga nilai keikhlasan dan kesabaran dalam mendidik. Menurutnya, para guru di MTs MUTIF telah menunjukkan dedikasi tersebut dalam proses pembelajaran sehari-hari. Ia mengaku optimistis melihat perkembangan para siswa yang dinilai tumbuh dengan pembinaan dan pendidikan yang baik.
“Melihat wajah ceria anak-anak di depan saya ini membuat saya yakin bahwa mereka mendapatkan pendidikan dan pembinaan yang baik dari guru-gurunya,” ujar Heru dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan guru dalam mendampingi perkembangan anak. Menurutnya, sinergi yang baik akan menciptakan proses belajar mengajar yang ideal dan suportif. Heru pun berpesan kepada wali murid agar terus percaya pada potensi dan bakat masing-masing anak.
Sementara itu, Lurah Brondong Muhammad Riandol, S.E., mengajak para siswa untuk terus berjuang meraih masa depan melalui pendidikan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Ia juga mengingatkan siswa agar menjauhi pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Riandol menilai semangat pantang menyerah, kegigihan, dan kesungguhan menjadi modal penting untuk mencapai keberhasilan. Ia kemudian mengibaratkan kesuksesan sebagai mutiara yang berada di dasar laut dan hanya dapat diraih oleh mereka yang mau berusaha keras. Perumpamaan itu disampaikan untuk memotivasi para siswa agar tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan.
“Mutiara itu berada jauh di kedalaman laut dan hanya yang mau bekerja keras menyelam yang bisa mendapatkannya. Sama seperti kesuksesan yang hanya bisa kalian raih dengan kegigihan,” pungkasnya.
Menutup sambutannya, Riandol menyampaikan apresiasi kepada para guru yang selama ini bekerja sama dengan pemerintah dalam membangun generasi bangsa yang kuat dan bermartabat. Ia berharap sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dapat terus berjalan harmonis. Dengan kolaborasi tersebut, ia optimistis Kelurahan Brondong dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (*)
Penulis : Firoh Vio | Editor : Fathan Faris Saputro