muhammadiyahlamongan-Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti meyakini Indonesia akan bisa mengatasi masalah yang tengah dihadapi masa kini.

“Muhammadiyah senantiasa berperan. Karena Muhammadiyah adalah bagian dari pendiri negara,” kata Abdul Mu’ti diacara kajian Ramadan 1440 H oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Aula Universitas Muhammadiyah Lamongan, Rabu (29/05/2019) sore.

Secara umum, pemilihan umum di Indonesia itu  peristiwa politik yang luar biasa di dunia.

Paling singkat dalam pelaksanaannya. Sementara ada beberapa negara luar yang melaksanakan pemilihannya memakan waktu berminggu – minggu, seperti di India.

Abdul Mu’ti menandaskan perlu disyukuri dan jadi tonggak ke masa depan.

“Peristiwa yang ada masih dalam bingkai Indonesia,” katanya.

Bahkan ia yakin Indonesia akan bisa mengatasi masalah terhadap masalah kebangsaan masa kini. Muhammadiyah akan  senantiasa berperan. Karena sejak awal berdirinya Indonesia banyak tokoh Muhammadiyah yang terlibat, ada KH Ahmad Dahlan bersama istri Nyai Walidah. Sampai oleh negara mendapatkan anugerah sebagai pahlan nasional.

“Termasuk Ki Bagus Hadi Kusuma, yang merumuskan sila pertama dan rumusan yang menggabungkan yang mampu menyatukan perbedaan saat itu,” ungkapnya.

Ada juga toko Muhammadiyah, Kahar Muzakir, Juanda yang menghasilkan deklarasi juanda serta para pahlawan nasional lainnya.

Bicara mengenahi Indonesia,  bahwa peran Muhammadiyah sangat  luar biasa. Bagi Muhammadiyah,  negara adalah anak kandung Muhammadiyah. Karena banyaknya peran Muhammadiyah terhadap lahirnya Indonesia sampai sekarang ini.

Baca Juga  Dapatkan tas ramah lingkungan ini dari Lazismu, begini caranya

Abdul Mu’ti mengaku sangat kagum dengan Indonesia, sebab Indonesia nlmenjadi kuat karena keterikatan satu sama lain. Bahkan Indonesia mempunyai bahasa nasional.

“Kita beruntung punya bahasa Indonesia. Jadi pergi kemana – mana bisa berkomunikasi dengan Indonesia,” katanya.

Muhammadiyah tidak ingin mengalami infolosi, tapi ingin bergerak maju turus.

Ada masalah yang saat sangat berat yakni,  pemiskinan. Itu karenanya, Abdul Mu’ti mengajak perlunya  membangun bangsa ini dengan kaya gagasan, dan kaya inspirasi.

Muhammadiyah hadir memberikan solusi dengan mempunya cara sendiri.

Pedoman yang dipegang masa kepemimpinan Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasir bersama dirinya, yakni dengan memedomani  lima perkataan seperti yang diajarkan dalam Al-quran.

Apa lima pedoman untuk menyelesaikan masalah itu ? yang pertama adalah berkata yang lembut, berkata yang berat yaitu, semua kata yang keluar harus berbobot, berkata dengan mengedapankan otak, bertutur kata yang benar, dan harus meninggalkan generasi yang kuat, perkataan yang tidak menyakiti orang, berkata yang baik, tidak usah meledek dan berkata yang mulai.

“Kita ngritik lembut – lembut,  itu mengamalkan alquran,” katanya.

Masa kepemimpinan Abdul Mu’ti bersama Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, katanya memang ada yang mengkritik sebagai masa kepemimpinan yang lemah.

Baca Juga  PS HW Babat Terima Trofi Juara Kompetisi Internal Kelas Utama Askab PSSI Kabupaten Lamongan

“Saya dan pak Haedar itu banyak mendapat kritik dari warga Lamumongan, katanya kepemimpinannya lemah,” ungkapnya.

Namun menurutnya, apa yang dilakukannya bersama Haedar tetap berpedoman pada  lima cara dalam menyelesaikan masalah seperti yang dicontohkan Al-quran itu.

Menyinggu Amin Rais, Abdul Mu’ti menyebut ada gaya Amin Rais jilid pertama dan Amin jilid kedua. Amin jilid pertama dikauinya pernah diterapkan saat kemimpinan Presiden Soeharto.” Pak Amin pernah membawa buku bergambar pak Harto main bola memakai baju Hisbul Waton. Dengan cara itu, pak Harto tidak jadi marah,” ungkapnya.

Sementara terkait Amin jilid kedua, Abdul Mu’ti sama sekali tidak memaparkannya. Waktu masuk Adzan Maghrib, sepertinya menjadi penutup ceramah Abdul Mu’ti yang mengharuskan ia tidak menjabarkan arti Amin Rais jilid kedua.

“Yakin Indonesia punya jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah,” katanya.

Bagi Muhammadiyah, katanya, memilih jalan dialog adalah cara terbaik untuk menyelesaikan bangsa dan negara.

Dan itu sudah dilakukan Muhammadiyah. Muhammadiyah mengapresiasi sikap kenegarawan Prabowo –  Sandi menempuh jalur MK untuk menyelesaikannya.

Dalam pertemuan Muhammadiyah dengan sejumlah tokoh ormas dan pemeritah dicapai kesimpulan dan dengan catatan, Mahkamah Konstitusi (MK)  harus menjamin jujur,  adil transparan dan tidak ada intervensi dari siapapun.

Masyarakat juga harus percaya dengan keputusan MK. Karena keputussan MK paripurna dan mengikat.

“Setelah itu (apapun keputusan MK nanti, red), semua kembali sebagau warga Indoesnsia. Tidak ada 01 atau 02, yang kosong – kosong,” ungkapnya.

Menurutnya moral bangsa kmasih baik, pasti ada jalan keluar yang baik. “Masuk bener keluarmya bener, bukan keblinger,” pungkas Abdul Mu’ti yang dalam kalimat terakhir itu disampaikan juga sebagai pesan untuk Prof Dr  Zainudin Maliki yang lolos sebagai anggota di Senayan mewakili Dapil Lamongan – Gresik. (LIK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here