MuhammadiyahLamongan.com – Kafilah Joko Tingkir Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Lamongan mengadakan kegiatan Seminar Inovasi Kepanduan Hizbul Wathan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Universitas Muhammadiyah Lamongan, Senin (26/9/2022).
Seminar Inovasi Kepanduan Hizbul Wathan dengan tema ‘Inovasi Kepanduan Hizbul Wathan yang Menarik, Menantang, dan Menyenangkan’. Dalam sambutan pembukaan Yusup Ismail Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Lamongan mengatakan acara ini adalah sebuah kesempatan yang sangat menarik dan menenangkan dalam sejarah bagi para pimpinan dan kader Hizbul Wathan.
“Kegiatan ini adalah sebuah momen yang bernilai sejarah bagi para pemimpin dan kader Hizbul Wathan kapanpun dan dimanapun, karena dengan adanya kegiatan ini sebagai langkah kedepan dalam sebuah gerakan yang memunculkan sebuah inovasi baru dalam gerakan kepanduan Hizbul Wathan,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai pandu Hizbul Wathan harus memiliki pemikiran paradigma baru sehingga sebuah kegiatan yang berinovasi dapat membuat kegiatan hizbul wathan menjadi menarik dan menyenangkan.
Beliau menambahkan, perlu adanya pemikiran dan inovasi baru dalam gerakan kepanduan Hizbul Wathan dan jangan sampai mindset-mindset yang lama masih melekat dalam diri sehingga kegiatan Hizbul Wathan bernilai monoton tidak menarik dan menyenangkan di era sekarang.
“Pada Abad 2021 ini perlu ada seuatu tangan yang terampil dalam kepanduan Hizbul Wathan khususnya Hizbul Wathan se-Lamongan,” tuturnya.
Yusup yang juga Kepala MI Muhammadiyah 1 Kebalondono ini menuturkan, sebuah gerakan harus dilakukan dengan inovasi baru yang diwujudkan dengan sebuah langkah atau gerakan yang nyata secara praktik bukan hanya secara terori sehingga gerakan tersebut termasuk dalam kontek pembangunan bangsa.
“Jangan menjadi pandu yang fatamorgana dinanti tidak bisa dan didektai tidak bisa, tetapi jadilah pandu Hizbul Wathan yang sejati berdiri tegak laksana bunga melati yang sejuk mewangi di tepi fajar pagi siapapun dan kapapun mereka melawati pasti akan ada rindu dihati,” pungkasnya. (Siti Khumairoh/ FFS)