Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Jejak Tangan Penuh Makna Warnai STUTAF SD Musaka, Simbol Perlawanan terhadap Bullying

MuhammadiyahLamongan.com— SD Muhammadiyah 1 Karanggeneng (SD Musaka) kembali menghadirkan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna melalui rangkaian Students Ta’aruf (STUTAF) atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mengusung tema “In Musaka Today, Around the World Next Day“, kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai Senin–Jumat, 13–17 Juli 2026.

Memasuki hari kedua, Selasa (14/7/2026), seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan apel pagi, murajaah Al-Qur’an, serta shalat dhuha berjamaah sebagai bentuk pembiasaan karakter religius yang menjadi budaya di SD Musaka.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh murid SD Musaka, dewan guru, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang turut berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan STUTAF.

Pada sesi utama, para murid mendapatkan edukasi mengenai bahaya bullying dan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta saling menghargai. Materi dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, ice breaking bertema anti-bullying, hingga kegiatan bernyanyi dan menari bersama yang dipandu oleh Rizka Zakiyah Sa’adah selaku panitia bidang acara STUTAF SD Musaka.

Menurut Rizka Zakiyah Sa’adah, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan para murid.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sekolah adalah rumah kedua yang penuh kasih sayang. Tidak ada tempat bagi perundungan di SD Musaka. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang berani menghargai, saling menjaga, dan menjadi teman yang membawa kebaikan bagi siapa pun” ujarnya.

Sebagai puncak kegiatan, seluruh murid mengikuti Deklarasi Anti-Bullying dengan mencelupkan telapak tangan ke dalam cat warna-warni, kemudian menempelkannya pada banner deklarasi yang telah disiapkan panitia. Jejak tangan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.

Deklarasi ini menjadi bukti nyata bahwa seluruh warga SD Musaka memiliki tekad yang sama dalam menciptakan budaya sekolah yang ramah anak, aman, inklusif, dan penuh kepedulian.

Melalui kegiatan STUTAF ini, SD Musaka berharap seluruh murid, khususnya murid baru, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan, mengenal nilai-nilai keislaman, serta membangun karakter yang berakhlak mulia, saling menghormati, dan peduli terhadap sesama. Semangat anti-bullying yang ditanamkan sejak awal tahun ajaran diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi tumbuh menjadi budaya positif yang terus hidup dalam keseharian warga sekolah, sehingga SD Musaka benar-benar menjadi tempat belajar yang nyaman, aman, dan melahirkan generasi hafidz, berakhlak mulia, mandiri, serta berprestasi.

Penulis: Apriliana Rosidatul Islamiyah, Editor: Ma’in

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Bangun Semangat Generasi Mendunia, SD Musaka Gelar STUTAF 2026 dengan Konsep Edukatif dan Inovatif

Next Post

Cegah Perundungan Sejak Dini, KOKAM PCPM Brondong Berikan Edukasi Anti-Bullying di MPLS MI Muhammadiyah 14 Pambon

Read next
0
Share