Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Gerakan Menulis, PDNA Lamongan Gelar “one day literacy training”

1 min read

muhammadiyahlamongan-Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan lakukan gerakan menulis dalam kegiatan “One Day Literacy Training” di SMAM Karanggeneng.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan cabang Nasyiatul Aisyiyah se-Lamongan, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC.IMM) Lamongan, kader Ipmawati perwakilan dari cabang Karanggeneng, dan kader Ipmawati perwakilan daerah Lamongan.

Menurut Desi Ratnasari Ketua Umum PDNA Lamongan, gerakan menulis dan membaca ini untuk menguatkan pengetahuan dan wawasan kader Nasyiatul Aisyiyah.

“Menimbah dan cinta ilmu adalah kewajiban Nasyiah, mengingat kiprah Nasyiatul Aisyiyah bergerak pada perempuan, anak dan pendidikan, sepatutnyalah Nasyiatul Aisyiah membekali dirinya dengan keterampilan dan ilmu pengetahuan” kata Desi Ratnasari Ketua Umum PDNA Lamongan, Ahad ( 26/01).

Menurutnya gerakan menulis dan membaca wujud dari keinginan seseorang untuk pandai. Seseorang akan menuangkan segala pengetahuan dan wawasan yang ia miliki saat menulis, sehingga tulisannya menjadi sebuah karya yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Dalam kegiatan yang bertema “Kembangkan potensi diri, wujudkan peran Nasyiah dalam pembangunan berkelanjutan di era industri 4.0” ini menghadirkan dua nara sumber yakni Irfan Shaifullah dan Ahmad Faizin.

Dalam kesempatan tersebut Irfan Shaifullah menegaskan, kegiatan menulis mempunyai banyak manfaat, diantaranya menghaluskan dan mengencangkan kulit, meningkatkan kekebalan tubuh, dapat menjernihkan pikiran.

“Menulis juga dapat mengatasi trauma, menulis membantu mendapatkan dan mengingat informasi baru, menulis membantu memecahkan masalah dan menulis-bebas membantu seseorang bebas dari rasa tertekan berkepanjangan” terang Irfan Shaifullah dihadapan peserta.

Penulis buku yang berjudul Bahasa Cinta para Nahkoda ini juga memaparkan cara dan langkah –langkah menulis. Diantarnya galilah pertanyaan sebanyak-banyaknya dari dirimu untuk diketahui jawabannya.

“ Menulislah bebas sekehendakmu tanpa membaca ulang tulisanmu, buatlah peta pikiran agar tulisanmu tersusun sistematis” ungkap Irfan dalam pelatihan tersebut.

Irfan, panggilan Irfan Shaifullah juga menjelaskan, ada banyak alternatif untuk memulai menulis. Salah satunya bisa dengan menggunakan empat pertanyaan penting, Why? What? How To? Call To Action.

“Kita juga dapat menggambarkannya dengan menggunakan peta pikiran. Anda harus memulai dengan bereksperimen” paparnya.

Sedangkan Ahmad faizin, nara sumber yang lain menyampaikan tentang tehnik menulis. Menurutnya menulis merupakan sebuah keterampilan, sebagaimana keterampilan yang lain, menulis akan dapat diakui jika seseorang melalui proses 10.000 jam.

“Penulis menjadi profesional jika melalui proses lima jam setiap hari untuk menulis, yang artinya membutuhkan waktu tujuh tahun dalam melalui proses 10.000 jam tersebut” ungkap Ahmad Faizin.

Selain itu lanjut Ahmad Faizin dalam menulis disarankan untuk menggunakan gaya belajar kita.

“Maka menulislah dengan gaya belajar dirimu, keterampilan menulis yang variasi berasal dari keterampilan kosa kata yang dimiliki, untuk gaya bahasa, hindari menggunakan kalimat pasif (di), gunakanlah kalimat aktif yang menyuguhkan subjeknya” urai Ahmad Faizin. (Listi Iklimah )

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *