Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Menggali Akar Pendidikan Desa, Kader IMM Al-Iskandariyah UMLA Temukan Peran Kunci Pemerintah Desa

MuhammadiyahLamongan.com – Kegiatan analisis sosial (ansos) dalam rangka Darul Arqam Dasar (DAD) VI Pimpinan Komisariat (PK) IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) terus berlanjut. Kali ini, kader IMM menggali peran pemerintah desa dalam mendukung kemajuan pendidikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (18/4/2026) di Desa Gabus, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan.

Dalam kegiatan ini, peserta DAD yang tergabung dalam beberapa kelompok melakukan wawancara langsung dengan perangkat Desa Gabus. Wawancara tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi terkait kondisi pendidikan di desa, sekaligus mengetahui bentuk dukungan pemerintah desa terhadap sektor pendidikan.

Sebagai bagian dari kegiatan ansos, peserta dibagi ke dalam sejumlah kelompok dengan fokus kajian yang berbeda. Namun, laporan ini menyoroti salah satu hasil wawancara sebagai representasi dari keseluruhan proses yang dilakukan di lapangan, khususnya terkait hubungan antara pemerintah desa dan dunia pendidikan.

Hasil wawancara menunjukkan bahwa upaya pengembangan pendidikan di Desa Gabus terus dilakukan, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam pemerataan akses dan peningkatan kualitas. Dalam hal ini, pemerintah desa memegang peran penting, baik melalui kebijakan maupun dukungan fasilitas.

Dukungan tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti perhatian terhadap lembaga pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana, serta dorongan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pendidikan anak. Selain itu, pemerintah desa juga berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak guna menunjang kualitas pendidikan di wilayahnya.

Melalui wawancara ini, peserta DAD memperoleh gambaran bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga sekolah, tetapi juga melibatkan peran aktif pemerintah desa dan masyarakat secara luas. Sinergi antarpihak menjadi kunci dalam menciptakan pendidikan yang merata dan berkualitas.

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung bagi kader IMM dalam memahami dinamika sosial masyarakat. Tidak hanya dari sudut pandang akademik, peserta diajak untuk melihat realitas lapangan secara lebih komprehensif dan kontekstual.

Suasana wawancara berlangsung kondusif dan komunikatif, serta membuka ruang dialog antara peserta dan perangkat desa. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan ansos tidak sekadar menjadi sarana pengumpulan data, tetapi juga sebagai media komunikasi antara kader IMM dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader IMM mampu mengembangkan kepekaan sosial serta memiliki kemampuan analisis yang tajam dalam melihat persoalan pendidikan di masyarakat. Dengan demikian, kader tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menghadirkan solusi yang konstruktif bagi kemajuan pendidikan.

Kegiatan analisis sosial ini menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA, yang berupaya mencetak kader unggul secara intelektual sekaligus peka dan responsif terhadap realitas sosial di sekitarnya. (*)

Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Menyibak Ketimpangan Pendidikan Desa, Kader IMM Al-Iskandariyah UMLA Turun Langsung ke Gabus Turi

Read next
0
Share