Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Wakil Ketua PDM : Tidak Ada Yang Instan Di Muhammadiyah, Semuanya Berproses.

MuhammadiyahLamongan.com- Sebagai upaya untuk menambah greget atau ghiroh beorganisasi,   warga Muhammadiyah harus mengetahui sejarah Muhammadiyah. Hal tersebut  perlu dilakaukan agar memahami beratnya tantangan KH Ahmad dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah pada masa itu.

“Agar ghiroh atau semangat berorganisasi terus membara, maka kita harus mengetahui sejarah pendirian Muhammadiyah,” ujar Drs.H.Muntholib Sukandar , Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan.

Di hadapan ratusan jamaah yang hadir di Sari dan kajian Ramadhan Pimpinan Dearah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Lamongan ke -3 di desa Sumberdadi Kecamatan Mantup kabupaten Lamongan. Muntholib menceritakan jika perjuangan K H Ahmad Dahlan ketika itu  mengalami banyak tantangan yang sangat berat, namun KH Dahlan tetap kokoh memperjuangankanya.”

Ditambahkan H.Muntholib, dengan mengetahui sejarah perjuangan KH Ahmad Dahlan menunjukan bahwa di Muhammadiyah membutuhkan proses yang tidak ringan untuk mencapai hasil yang maksimal.

“ Di Muhammadiyah itu tidak ada yang instan,” Kata H Muntholib.

Dia menceritakan kerja keras pada awal pendirian AUM seperti  Unmuh Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS). Saat ini Universitas tersebut  mahasiswanya  diatas 24 ribu.

“Itu tidak ujuk-ujuk (mendadak*red) jadi besar seperti sekarang tapi dari nol dan  benar-benar nol. Begitu juga STIKES Muhammadiyah Lamongan” terang Drs.H.Muntholib Sukandar  yang juga sebagai ketua BPH STIKES Muhammadiyah Lamongan.

Selain  Muntholib Sukandar, pemateri lainnya dalam safari dan kajian ramadhan merupakan ketua dari PDPM sat ini yakni Sutono SE.

Ketua Bidang Dakwah PD PM Lamongan Mubarok SP, mengatakan Safari dan kajian Ramadhan kali ini merupakan gelombang yang ketika setelah gelombang. Pertama di cabang sekaran tepatnya diranting kebalan Kulon, kemudian gelombang kedua diranting Dadapan Solokuro. “Kami berharap kegiatan Bulan dibulan Ramadhan kedepannya tidak cukup dengan safari dan kajian al islam saja tapi akan ada kegiatan mabit dan ‘tikaf bersama. Insyaallah” kata Mubarok SP berharap.

Kegiatan safari Ramadhan ini merupakan yang terakhir dari rangkaian kegiatan  PDPM Lamongan selama Ramadhan 1437 H. Lebih dari 150 peserta datang dan mengikuti safari Ramadhan di ranting  Sumberdadi, di tambah dari  cabang pemuda Muhammadiyah se-kabupaten Lamongan. (Habib)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

IPM Dapat Pesan Harus Menjadi Penerus Dakwah Di Masa Mendatang

Next Post

Silaturrahim Ramadhan, PRM Dikunjungi Muspika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share