MuhammadiyahLamongan.com– Hari kedua Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA) mendadak penuh riuh tepuk tangan dan binar mata yang berkaca-kaca. Sebuah panggung sederhana di halaman madrasah seketika berubah menjadi saksi bisu lahirnya keberanian anak-anak hebat kelas 1 yang baru saja menapakkan kaki di dunia sekolah, Selasa (14/7/2026).
Meski baru dua hari merasakan atmosfer bangku sekolah dasar, sebanyak 32 siswa-siswi kecil ini seolah membuang jauh-jauh rasa takut mereka. Di hadapan para guru, orang tua, dan kakak-kakak kelas yang memadati halaman madrasah, mereka melangkah maju dengan dada tegak, senyum polos, dan kepercayaan diri yang luar biasa untuk menampilkan bakat terbaiknya.
Ketegangan di panggung MATAMUDA MI MULA mencair saat Ananda Atif melangkah ke tengah panggung. Dengan suara lantang namun tetap ramah khas anak-anak, ia membuka penampilannya dengan sebuah pantun manis, disusul salam dan mukadimah yang runtut. Atif membawakan pidato bertajuk “Cinta Allah dan Rasul”. Intonasinya yang jelas, pembawaannya yang tenang, serta tatapan matanya yang mantap berhasil memukau siapa saja yang mendengarnya. Apresiasi berupa tepuk tangan riuh langsung menggema di seluruh sudut halaman.
Suasana kembali syahdu saat giliran Ananda Jasmine naik ke atas panggung MATAMUDA. Dengan jemari kecil yang saling bertaut, ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, Surah Al-Kafirun, dengan sangat fasih dan lancar. Lantunan ayat suci tersebut seolah menggetarkan hati siapapun yang hadir. Tak lama setelah itu, keceriaan kembali hadir lewat suara emas Ananda Amelia yang mendendangkan lagu “Bintang Kecil”. Suara merdunya mengalun indah, membawa kehangatan tersendiri di dalam aula MI MULA.
Kepala MIM 09 Labuhan, Ma’in, S.HI., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para singa podium kecil ini. Bakat-bakat yang ditampilkan rupanya selaras dengan program unggulan madrasah, yakni Pidato, Tahfidz, dan Menyanyi.
“Semoga bakat hebat yang sudah terlihat sejak dini ini dapat terus dipupuk dan dikembangkan di MI MULA di masa-masa yang akan datang,” ungkap Ma’in dengan mata berbinar penuh harap.
Beliau juga menitipkan pesan mendalam kepada para guru dan wali murid agar terus bersinergi, bahu-bahu membimbing anak-anak ini sesuai dengan minat dan bakat unik mereka masing-masing demi menyongsong Generasi Emas di tahun 2045 kelak.
Di sudut halaman madrasah beberapa orang tua murid tampak diam-diam mengusap sudut mata mereka yang basah. Ada rasa haru yang tak terlukiskan melihat buah hati mereka, yang kemarin rasanya masih begitu manja dan enggan melepas genggaman tangan orang tuanya, kini telah berdiri tegak dan berani mengekspresikan diri di atas panggung besar. Momen ini bukan sekadar unjuk bakat, melainkan sebuah pembuktian bahwa dengan kasih sayang dan ruang yang tepat, mental anak-anak dapat tumbuh begitu indah.
Langkah kecil para siswa kelas 1 MI MULA hari ini mungkin baru sebuah awal. Namun, dari panggung MATAMUDA inilah, benih-benih karakter, kemandirian, dan cinta agama mulai tertanam kuat. Di bawah atap madrasah ini, mimpi-mimpi mereka ditenun bersama, bersiap untuk terbang tinggi menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia.
Penulis: Marmulik Hidayah, S.Pd, Editor: Ma’in