Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

JTF Solokuro Tauladan di Zaman Milenial

1 min read

muhammadiyahLamongan.com-Jamaah Tafaqquh Fiddin ini berdiri pada 2001 digagas  remaja mushollah At-Taqwa Muhammadiyah Solokuro-Lamongan Jawa Timur. Di pelopori  IPM, NA, dan Pemuda Muhammadiyah Ranting Solokuro.

Kini menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi yang intens belajar tentang Islam. Setiap hari Senin malam  Jamaah Tafaqquh Fiddin menggelar  kajian rutin.

“Setiap 1 bulan sekali kami  mendatangkan pemateri dari luar desa, ” ungkap Ketua Jamaah Tafaqquh Fiddin, Fathan Faris Saputro.

Pemateri itu dari pimpinan wilayah sampai PP Muhammadiyah. Mendatangkan pembicara dari tingkat wilayah hingga PP mempunyai daya magnet tesendiri bagi jamaah. Minimal jamaah  tidak merasa bosan karena pemateri   bergantian dan tidak monoton.

Pada Senin,  1 Oktober 2018 kemarin JTF mengadakan kajian Islam untuk memperingati tahun baru Islam, dengan mendatangkan pemateri Hendra Hari Wahyudi, dengan tema,  semangat tahun baru Islam kita tingkatkan kepedulian antar mahluk sosial.

Sebagian isi kajian yang disampaikan Hendra diantaranya, berdakwah itu  harus sabar, tekun demi kemajuan Islam dan Jamaah.

Sementara itu, David efendi,  MPI PP Muhammadiyah, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogjakarta (UMY) mengapresiasi langkah JTF.”Jarang-jarang anak muda mau di ajak berkumpul seperti ini, saya melihat di berbagai tempat remaja-remaja seperti ini asyik dengan dunia maya lewat si kecil di genggaman, HP,”katanya.

Ia merasa bangga dengan  JTF yang mau rutib belajar agama sampai aktualisasi  bakti sosial.

Sementara banyak orang-orang yang menghabiskan waktunya cangkruk di warung kopi yang seakan lupa dengan ilmu agama.

Sementara itu, Rominah, anggota JTF mengungkapkan, pihaknya rela mengeluarkan seberapapun uang untuk beli konsumsi saat rutinan  JTF ini.

“Harus ikhlas dan bangga, yang penting JTF ini terus eksis di masyarakat untuk terus berdakwah dan syiar Islam.”ungkapnya.

JTF  selalu membuat berinovasi disaat anggota mulai kendur semangatnya. Membuat sticker, banner, pamflet yang bisa di share di sosmed. “Bahkan kami melakukan syiar dakwah di warkop untuk merayu yang teman-teman malas belajar di mosholah,” katanya. Semua itu sebagai upaya mengajak para untuk cinta belajar agama yakni Islam.(Faris Solokuro)

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *