MuhammadiyahLamongan.com – Sebanyak 2.500 Kader Nasyiatul Aisyiyah menghadiri Tanwir I yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah (NA), Jumat (3/11) lalu, di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan Tanwir ini mengangkat tema Perempuan Muda Berkemajuan untuk Keadilan Sosial.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini, mengatakan tema keadilan sosial diangkat karena perempuan dan anak masih jauh dari standar nasional. Untuk itu menurut dia, masih banyak anak-anak yang terlantar dan perempuan-perempuan yang menjadi korban kekerasan.

“Musuh kita dulu adalah Belanda dan penjajah. Siapakah musuh kita hari ini? Musuh kita hari ini adalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan. Kader nasyiah harus menanamkan nilai kebenaran yang terorganisir. Pasalnya, kalau tidak akan tercemari oleh keburukan seperti hedonisme dan egoisme,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan Tanwir.

Baca Juga  "5 Tokoh Binatang" Antar IGABA Lamongan Raih Harapan 3

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noorjannah Djohantini, menyampaikan pesan untuk seluruh lader Nasyiah seIndonesia, bahwasanya kita harus lebih kokohkan barisan sampai pada akar-akarnya. Pasalnya, harus kokoh mulai dari Pimpinan pusat hingga Pimpinan ranting Nasyiatul Aisyiyah harus benar benar saling menguatkan. Terangnya, di Gedung Sultan Suriansyah atau biasa disebut dengan Gedung Susu di Banjarmasin.

Sedangkan, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, mengatakan sebagai generasi muda jaman now, kita harus menyadari peluang, kalau tidak semua akan diambil oleh orang lain. Mulai dari tambang bisa jadi akan diambil orang asing.

Baca Juga  Kajian Akhir Tahun AMM Lamongan Jadi Ajang Refleksi Diri

Selain itu, menurutnya wilayah akan diambil, tanah akan diambil, lapangan pekerjaan akan diambil, bahkan pemerintahpun bisa jadi akan diambil juga. Untuk itu, ada 3 kunci penyelesaian yaitu kuatkan kedaerahan, kokohkan kebangsaan dan ilmu.

Dengan diadakanya tanda tangan komitmen Gerak Bersama Nasyiatul Aisyiyah wujudkan keluarga tangguh bebas stunting oleh seluruh peserta tanwir NA se Indonesia tanda penutup rangkaian acara pembukaan Tanwir 1 telah usai.(Desi R)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here