MuhammadiyahLamongan.com – Kajian Bengawan Jero diselenggarakan dengan penuh semangat oleh lima Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yaitu Glagah, Turi, Kalitengah, Karangbinangun, dan Deket. Acara ini bertempat di Masjid Muhajirin, Soko Glagah pada Ahad (28/7/2024). Tema kajian kali ini adalah “Meneguhkan Komitmen ber-Muhammadiyah Untuk Mewujudkan Islam Berkemajuan”.
Acara kajian dimulai pukul 13.00, setelah kegiatan turba PDM Lamongan di Zona V, sehingga dihadiri oleh seluruh personel pimpinan harian PDM dan PCM yang berjumlah 100 orang. Selain itu, hadir pula 220 anggota organisasi otonom (ortom) khusus ‘Aisyiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) putri. Semangat ibu-ibu ‘Aisyiyah memadati halaman Masjid Muhajirin tak surut meskipun paginya telah memadati pula Masjid Asy-Syifa’ Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dalam puncak Milad ‘Aisyiyah ke-107 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan.
Dalam kajian tersebut, Drs. H. Shodikin, M.Pd mengulas tentang mengapa kita memilih ber-Muhammadiyah. Pertama, di Muhammadiyah terdapat faham keislaman yang mencakup Tauhid (salimul aqidah), Fiqh (hukum fikih di masa Rasulullah dan para sahabat), Ibadah (shahihul ibadah), dan Akhlaq (akhlakul karimah). Kedua, Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah, yakni berdakwah dengan tutur kata yang baik (bil hikmah) dan berdakwah dengan kenyataan (bil hal).
Alasan ketiga, dengan ber-Muhammadiyah kita bisa mengaktualisasikan hidup kita esok hari. Contohnya, jika Kajian Bengawan Jero terus dilaksanakan dan diwariskan sampai generasi mendatang, maka akan menjadi amal jariyah dan memiliki legacy kebaikan berjamaah bagi PCM saat ini sebagai pencetus kajian.
Ketua PDM Lamongan menutup kajian dengan mengajak kita lebih memantapkan diri ber-Muhammadiyah. Dengan ber-Muhammadiyah, kita mewujudkan Islam berkemajuan, yakni Islam rahmatan lil ‘alamin. (*)
Reporter Isro’im Maghfiroh. Editor Fathan Faris Saputro.