Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

+1 202 555 0180

Have a question, comment, or concern? Our dedicated team of experts is ready to hear and assist you. Reach us through our social media, phone, or live chat.

Netizen Muhammadiyah Diharapkan Mampu Berdakwah di Media Sosial secara Massif

Prof Dadang KahmadMuhammadiyahLamongan.com – Lembaga Informasi dan Komunikasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan terus mengembangkan peran dan jaringannya dalam skala yang lebih luas. Mendapatkan undangan khusus dari Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah untuk silaturahmi pengelola media Muhammadiyah, LIK mengutus dua kadernya untuk ikut serta yaitu Achmad Rusli dan Irvan Shaifullah.

Acara yang digelar pada hari Sabtu,(25/3) dikantor PP Muhammadiyah Yogyakarta tersebut, menghasilkan banyak keputusan. Salah satunya adalah, akan segera dibentuk Dewan Pers Muhammadiyah dan Komisi penyiaran Muhammadiyah. Keduanya dibentuk sebagai penguatan jaringan Media Muhammadiyah yang terpercaya dan berimbang dalam melawan arus digital yang kental dengan berita hoax dan ‘nyeleneh’.

Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Mukhlas mengharapkan acara ini mampu menjadi forum konvergensi media media yang berafiliasi pada Muhammadiyah untuk mengusung visi misi besar Muhammadiyah kedepan.

“Forum ini saya harapkan mampu menjadi forum saling tukar menukar pengalaman dan informasi dalam pengelolaan media massa, baik secara online, elektronik dan cetak,”ungkapnya.

Hadir juga dalam acara itu, Prof Dadang Kahmad, ketua PP Muhammadiyah. Juga Iwan Setiawan, MPI Pimpinan Wilayah Yogyakarta dan Mustafa B. Nahrawardaya selaku MPI PP Muhammadiyah 2010-2015 yang juga memaparkan banyak hal tentang peperangan di era digital dan perkembangan nya. “Kedepannya, netizen Muhammadiyah diharapkan mampu berdakwah di media sosial secara massif, tujuannya untuk dunia dan akhirat,”tutupnya. (Irvan)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Generasi Muda Sekarang Lebih Senang Menjual dan Memilih Menjadi Kuli

Next Post

Dadang Kahmad : Kita Memasuki Era Dimana Fenomena Mulut Dikunci

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read next
0
Share