MuhammadiyahLamongan.com- IMMawati dari Abu Hanifah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM), yang merupakan bagian dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pantura Lamongan, menggelar kajian kolaboratif perdana di Sekretariat Abu Hanifah kampus 2 UMLA.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran perempuan dalam IMM serta memperkenalkan program Asah Pola Pikir IMMawati (APPI). Kegiatan ini terselenggara pada hari Kamis (27/02/2025).
Acara pembukaan APPI ini turut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Korps IMMawati. Ketua Korps IMMawati, Nimas Zahra, dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kekuatan perempuan melalui diskusi dan kajian.
Mengutip seorang tokoh feminis, Simone, ia menegaskan bahwa pembebasan perempuan berawal dari pemikiran serta upaya menghilangkan stereotip yang menghambat kemajuan.
“Saya sangat mengapresiasi IMMawati dari Abu Hanifah, STIT, dan STAIM yang telah menginisiasi kajian ini. Dulu, kami pernah bermimpi agar IMMawati di Pantura bisa berkumpul dan berdiskusi bersama. Kini, mimpi itu akhirnya terwujud,” ungkap Nimas.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan tidak selalu berjalan mulus. Akan ada berbagai tantangan, seperti kesibukan dan agenda yang bersamaan. Namun, ia berharap IMMawati tetap berpegang pada tujuan awal, yaitu mencerdaskan diri dan menjadikan kajian ini sebagai ruang untuk berkembang.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Korps IMMawati Lamongan sekaligus membuka Forum APPI, Alifatus Zahro, yang turut berbagi pengalamannya dalam IMM. Ia mengakui bahwa pada awalnya ia tidak memahami IMMawati karena berasal dari lingkungan sekolah negeri. Namun, setelah bergabung dan menjadi Kabid IMMawati untuk kedua kalinya, ia semakin menyadari pentingnya peran perempuan dalam IMM.
“Seringkali, kita merasa IMMawati hanya pelengkap, tidak dianggap penting. Padahal, kita punya potensi besar untuk berkontribusi lebih. Kita harus bangga menjadi IMMawati dan terus berjuang agar suara kita didengar,” tegasnya.
Alifatus Zahro juga memperkenalkan Forum Asah Pola Pikir IMMawati (APPI), sebuah inisiatif untuk membangun pola pikir kritis dan progresif bagi IMMawati. Program ini diharapkan dapat menjadi wadah diskusi, penguatan ideologi, serta peningkatan kapasitas intelektual bagi IMMawati di Pantura Lamongan.
“Melalui APPI, kita ingin membuka ruang bagi IMMawati untuk lebih memahami peran strategisnya, baik di IMM maupun dalam kehidupan sosial. Forum ini bukan hanya tentang kajian, tetapi juga tentang membentuk karakter dan pola pikir yang kuat,” tambahnya.
Sebagai penutup, ia secara resmi membuka kajian dengan pembacaan Bismillahirrahmanirrahim, disambut dengan tepuk tangan peserta.
Kajian ini menjadi langkah awal bagi IMMawati di Pantura Lamongan untuk semakin aktif dan berdaya dalam IMM. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan program APPI, diharapkan diskusi dan kajian seperti ini dapat terus berlangsung dan memberikan dampak positif bagi perjuangan perempuan di berbagai bidang.
Penulis Ridhotul Ummah, Editor Ma’in