MuhammadiyahLamongan.com – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai jalanan Padenganploso pada Sabtu (30/8/2025). Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pimpinan Ranting dan Perguruan Muhammadiyah Padenganploso menggelar karnaval akbar yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi perguruan Muhammadiyah serta organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah. Di antaranya yaitu ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Tapak Suci, dan Hizbul Wathan.
Karnaval ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana memperkuat semangat nasionalisme, kebersamaan, serta dakwah melalui kreativitas budaya. Para peserta tampil dengan beragam kostum, mulai dari busana tradisional yang menggambarkan kekayaan bangsa, pakaian bernuansa Islami, hingga kostum tematik modern yang sarat pesan edukasi. Kehadiran mereka membawa pesan bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan karya positif dan bernilai.
Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Padenganploso dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Karnaval ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga syiar dakwah sekaligus bentuk rasa syukur atas kemerdekaan bangsa. Dengan kreativitas generasi muda, kita ingin menunjukkan bahwa Islam dapat hadir dengan wajah ramah, indah, dan menyatukan. Semoga kegiatan ini mempererat ukhuwah serta menumbuhkan semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan amal saleh dan karya nyata,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat tampak jelas sepanjang jalan yang dilalui peserta karnaval. Warga memadati rute, memberikan tepuk tangan, sorak sorai, serta senyum penuh kebanggaan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh internal Muhammadiyah, tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Melalui karnaval ini, Muhammadiyah Padenganploso menegaskan bahwa memeriahkan kemerdekaan bukan hanya sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menumbuhkan cinta tanah air, memperkuat dakwah, serta menghadirkan harmoni antara budaya, Islam, dan kebangsaan. (*)
Penulis Ayik Fena Emilda. Editor Fathan Faris Saputro.