Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Kultum Ramadan di Sekolah, Siswa SMA Fourmula Ajak Tingkatkan Takwa dan Kepedulian Sosial

MuhammadiyahLamongan.com – Dewan Kerabat Hizbul Wathan Qabilah KH. Mas Mansoer SMA Muhammadiyah 4 Lamongan (Fourmula), Lamongan, menggelar kajian Ramadan bertema “Teologi Al-Ma’un sebagai Etos Filantropi Ramadan” pada Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustaz Dzaki Herli Mahendra yang menekankan pentingnya nilai syukur dan kepedulian sosial sebagai bagian dari pengamalan iman. Menurut dia, Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga saat terbaik menumbuhkan empati sosial.

Usai shalat Isya dan tarawih, rangkaian acara dilanjutkan dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan siswa SMA Fourmula, Diva Angga Permana. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan keutamaan bulan suci Ramadan sekaligus keutamaan amal saleh di dalamnya. Ia mengutip hadis riwayat Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda tentang datangnya Ramadan sebagai bulan penuh keberkahan, yakni kebaikan yang banyak dan terus-menerus.

Angga juga menegaskan bahwa puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Ayat tersebut dia jelaskan sebagai panggilan khusus bagi orang-orang beriman agar menunaikan puasa demi mencapai derajat takwa. Takwa, menurutnya, adalah sikap konsisten menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik di hadapan orang lain maupun saat sendirian.

Lebih lanjut, ia memaparkan ganjaran bagi orang bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Surah Ath-Thalaq ayat 2–5, di antaranya diberikan jalan keluar dari kesulitan, diberikan rezeki dari arah yang tak terduga, diberikan kemudahan dari urusannya, serta dosa-dosanya dihapuskan dan diberikan pahala yang sangat besar . Penjelasan tersebut, katanya, menunjukkan bahwa ketakwaan bukan sekadar konsep spiritual, melainkan jalan hidup yang berdampak nyata pada kehidupan seseorang.

Mengutip riwayat para ulama hadis seperti Imam Ahmad, Imam An-Nasai, dan Imam Baihaqi, Angga menambahkan bahwa di bulan Ramadan pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat, dan setan-setan dibelenggu. Hal itu dimaknainya sebagai simbol bahwa Allah memudahkan manusia berbuat baik serta mempersulit jalan menuju keburukan.

Ia menutup kultum dengan mengingatkan adanya satu malam istimewa di Ramadan yang lebih baik dari seribu bulan. Kesempatan tersebut, ujarnya, hendaknya dimanfaatkan oleh setiap mukmin untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial. “Ramadan adalah peluang besar bagi orang beriman untuk memperbaiki diri dan memperkuat ketakwaan,” kata dia. (*)

Penulis Fathan Faris Saputro

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Spirit Al-Ma’un Menggema di SMA Fourmula, Kajian Ramadan Tanamkan Kepedulian Sosial Pelajar

Next Post

Buka Bersama

Read next
0
Share