MuhammadiyahLamongan.com – Rangkaian kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI PK IMM Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) berlanjut pada sesi materi ketiga yang mengangkat tema Modernisme Kemuhammadiyahan, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Budi Utomo lantai 3 UMLA pukul 19.45 hingga 21.10 WIB dan diikuti oleh 34 peserta.
Materi disampaikan oleh Rodli, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya pemahaman mendasar tentang Muhammadiyah sebagai gerakan Islam. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah bermakna sebagai pengikut Nabi Muhammad yang berorientasi pada upaya menggerakkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata.
Lebih lanjut, pemateri menegaskan bahwa Muhammadiyah bukanlah agama, melainkan gerakan Islam yang memiliki tujuan utama mengajak umat kepada kebaikan. Gerakan ini berfokus pada dakwah amar ma’ruf nahi munkar dengan pendekatan berkemajuan, rasional, serta relevan dengan perkembangan zaman.
Konsep modernisme dalam Muhammadiyah juga dijelaskan sebagai upaya pembaruan dalam memahami ajaran Islam tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dengan demikian, kader Muhammadiyah diharapkan mampu berpikir terbuka, adaptif, serta tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip keislaman.
Suasana kegiatan berlangsung kondusif dengan partisipasi aktif peserta. Meskipun dilaksanakan pada malam hari, semangat peserta dalam mengikuti materi tetap terjaga. Interaksi yang terjadi selama sesi pemaparan menunjukkan antusiasme kader dalam memperdalam pemahaman mengenai ideologi dan gerakan Muhammadiyah.
Materi ini menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi DAD karena memberikan landasan ideologis yang kuat bagi peserta. Pemahaman tentang modernisme Kemuhammadiyahan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak sebagai kader IMM di tengah masyarakat.
Dalam konteks perkembangan zaman yang semakin dinamis, kader IMM dituntut mampu membawa nilai-nilai Muhammadiyah ke berbagai lini kehidupan. Hal ini mencakup kemampuan berdakwah, berorganisasi, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial yang berorientasi pada kemajuan umat.
Melalui materi ini, peserta DAD VI diharapkan tidak hanya mengenal Muhammadiyah sebagai organisasi, tetapi juga memahami ruh gerakan yang terkandung di dalamnya. Dengan bekal tersebut, kader IMM diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan materi ketiga ini semakin memperkuat tujuan DAD VI dalam mencetak kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam ideologi dan komitmen keislaman. Dengan pemahaman yang utuh tentang modernisme Kemuhammadiyahan, kader IMM diharapkan siap menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga eksistensi gerakan Islam berkemajuan. (*)
Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.