Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

Bangun Kesadaran Berorganisasi, Materi Ke-IMMan DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA Libatkan Peserta Secara Aktif

MuhammadiyahLamongan.com – Rangkaian kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) VI Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Iskandariyah Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) berlanjut pada materi keempat bertema Ke-IMMan, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Budi Utomo lantai 3 UMLA mulai pukul 08.45 WIB.

Materi disampaikan oleh Immawati Ajeng Linda Liswandari, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Kader Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara komprehensif tentang IMM sebagai organisasi kader, termasuk peran serta mekanisme kerja organisasi, baik dalam lingkup internal maupun di tengah masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pemahaman dasar mengenai identitas IMM, alasan bergabung, serta tantangan yang mungkin dihadapi kader selama berproses. Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi utama agar kader tidak sekadar berorganisasi, tetapi juga memahami arah gerak dan kontribusi yang dapat diberikan.

Berbeda dengan sesi sebelumnya, penyampaian materi Ke-IMMan kali ini dikemas secara interaktif. Pemateri tidak hanya menyampaikan materi secara satu arah, tetapi juga melibatkan peserta melalui ice breaking dan diskusi terbuka. Suasana kegiatan tetap kondusif, dengan peserta yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Dalam sesi interaktif tersebut, pemateri mengajukan sejumlah pertanyaan reflektif, seperti “Apa itu IMM?”, “Apa alasan bergabung dengan IMM?”, “Mengapa memilih IMM?”, serta “Kendala apa yang mungkin dihadapi di IMM?”. Peserta kemudian diminta berpikir secara mandiri sebelum ditunjuk untuk menuliskan jawabannya di papan tulis.

Metode ini dinilai efektif dalam mendorong keberanian peserta untuk mengemukakan pendapat, sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Interaksi langsung antara pemateri dan peserta juga membuat suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan tidak monoton.

Materi Ke-IMMan memiliki peran strategis dalam proses kaderisasi IMM karena memberikan pemahaman mendasar terkait identitas, tujuan, serta dinamika organisasi. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan mampu menjalani proses kaderisasi secara lebih sadar, terarah, dan berkomitmen.

Dalam konteks organisasi, IMM tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan kader. Oleh karena itu, pemahaman tentang Ke-IMMan menjadi bekal awal yang penting sebelum kader melangkah ke tahap berikutnya.

Melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif, materi ini berhasil menciptakan suasana belajar yang aktif sekaligus bermakna. DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA pun terus berupaya menghadirkan proses kaderisasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu membangun kesadaran serta keterlibatan kader secara menyeluruh. (*)

Penulis Nova Aquila Salsabila Cahyono. Editor Fathan Faris Saputro.

1
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Meneguhkan Ideologi Kader, DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA Kupas Modernisme Kemuhammadiyahan

Next Post

Asah Kepekaan Sosial, DAD VI IMM Al-Iskandariyah UMLA Bekali Kader Analisis Sosial Kritis

Read next
0
Share