Muhammadiyah Lamongan Berkemajuan

MUSYKOM IX IMM STITM Paciran Tekankan Reaktualisasi Nilai untuk Cetak Kader Progresif

MuhammadiyahLamongan.com – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) STIT Muhammadiyah Paciran menggelar Musyawarah Komisariat (MUSYKOM) IX dengan mengusung tema Reaktualisasi Nilai-Nilai Ke-IMM-an dalam Mewujudkan Kader Progresif, Intelektual, dan Unggul secara Moral. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah gerak kaderisasi sekaligus refleksi atas peran mahasiswa di tengah dinamika zaman. Acara berlangsung di Aula MA Muhammadiyah 2 Paciran pada Senin (16/2/2026).

Talk show dalam kegiatan tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Muhammad Kholis, M.Pd. dan Alfian Ridho Illah, S.Pd., yang merupakan alumni PK IMM STIT Muhammadiyah Paciran.

Kholis, alumni periode pertama PK IMM STIT Muhammadiyah Paciran, mengajak peserta merefleksikan nilai Qur’ani melalui QS. Ibrahim ayat 5 tentang misi membawa umat dari kegelapan menuju cahaya. Menurutnya, pesan tersebut dapat dimaknai sebagai simbol transformasi kader dari ketidaktahuan menuju kesadaran intelektual dan kematangan moral. Ia menegaskan, reaktualisasi merupakan upaya penyegaran dan pembaruan nilai agar tetap kontekstual serta responsif terhadap perubahan sosial.

Peneguhan Nilai Dasar Organisasi

Kholis menjelaskan bahwa sebagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah, IMM memiliki orientasi gerakan di bidang keagamaan, kemahasiswaan, dan kemanusiaan. Ketiga ranah tersebut terangkum dalam Trilogi IMM: keislaman, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan.

Ia yang pernah menjabat Bidang Kader PC IMM Lamongan periode 2016–2017 menegaskan, nilai-nilai dasar itu bukan sekadar identitas formal, melainkan fondasi ideologis yang harus tercermin dalam pola pikir dan tindakan kader. “MUSYKOM menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan arah gerak organisasi tetap berpijak pada nilai keislaman yang mencerahkan, intelektualitas yang kritis, serta kepedulian sosial yang nyata,” ujarnya.

Mewujudkan Kader Progresif

Tema besar MUSYKOM IX menekankan pentingnya membangun kader progresif yang bertumpu pada tiga pilar utama: religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Alfian menjelaskan bahwa religiusitas menuntut kematangan spiritual dan integritas moral, intelektualitas meniscayakan daya kritis serta kemampuan menawarkan solusi, sedangkan humanitas mengarahkan kader agar peka terhadap persoalan masyarakat.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, Alfian menambahkan bahwa peserta didorong agar tidak terjebak pada rutinitas organisasi, melainkan mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif. Menurutnya, perubahan sosial yang cepat menuntut kader memiliki kapasitas akademik sekaligus kepekaan etis.

Penguatan Tradisi Intelektual

Salah satu fokus pembahasan adalah revitalisasi tradisi intelektual. Budaya literasi, forum diskusi tematik, serta produksi karya ilmiah menjadi prioritas pengembangan kader. IMM dinilai perlu menghidupkan kembali ruang diskusi yang relevan dengan isu aktual agar melahirkan gagasan solutif.

Alfian menambahkan bahwa dorongan untuk aktif menulis—baik artikel, makalah, jurnal, maupun buku—merupakan bentuk konkret kontribusi intelektual kader. Hal tersebut sejalan dengan semboyan IMM, Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual, yang menegaskan keseimbangan antara kualitas akademik dan integritas etika.

Integritas Moral di Era Modern

Di tengah era globalisasi dan revolusi industri 4.0, tantangan mahasiswa semakin kompleks. Karena itu, forum MUSYKOM menekankan bahwa kecerdasan akademik harus diimbangi karakter yang kuat. Unggul secara moral berarti menjunjung etika, bertanggung jawab secara sosial, serta konsisten antara ilmu dan amal.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda formal organisasi, tetapi juga momentum refleksi kolektif untuk merumuskan langkah strategis ke depan. Diharapkan, IMM STIT Muhammadiyah Paciran mampu melahirkan kader progresif, berwawasan luas, dan berkarakter kuat dalam mengabdi kepada masyarakat.

Dengan semangat reaktualisasi nilai, MUSYKOM IX diharapkan menjadi titik tolak penguatan tradisi intelektual dan pembinaan moral kader, dimulai dari lingkungan kampus hingga kontribusi nyata di tengah masyarakat luas. (*)

0
Share this article
Shareable URL
Prev Post

Tingkatkan Sinergi, SMK Muhammadiyah 1 Lamongan Gandeng Redav Group Launching BengkelMu

Next Post

Musykom IX PK IMM STIT Muhammadiyah Paciran Tuntaskan Sidang, Farhat Romadhon Terpilih sebagai Ketua Umum

Read next
0
Share