Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Negara Harus Tegas Tangani Kekerasan Terhadap Anak Dan Perempuan

1 min read

selamat-datang-bp.haidarMuhammadiyahLamongan.com – Kekerasan anak dan perempuan yang kerap terjadi dinilai Ketua Pimpinan Pusat (PP), Haedar Nashir sebagai kejadian yang sudah masuk dalam kategori gawat darurat.

“Kalau negara tidak tegas dalam bersikap maka akan menjadi alarm nasional,” ungkap Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir saat ditanya terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan, usai melantik pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah di pelataran, Kampus STIKES Muhammadiyah Lamongan, makanya negara harus lebih berani dan tegas bersikap.

Jika tidak berani tegas, maka hukum tidak akan tegak dan menjadikan kejadian yang gawat darurat itu sebagai sesuatu yang biasa.”Bahkan juga lebih menjadi toleran karena terbiasa melihat kekerasan yang dosisnya keras,”kata Haedar Nashir.

Jadi lama Рlama masyarakat terbiasa melihat kejadian yang ada. Makanya, aparat negara harus menjadikan negara berani untuk tegas melakukan tindakan hukum terhadap mereka yang melakukan tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Bagaiman Muhammadiyah bersikap ? Haedar Nashir mengungkapkan, kalau Muhammadiyah sejak awal sudah jelas ingin menjadikan kasus – kasus kekerasan semacam ini sebagai kasus nasional.

Muhammadiyah melalui gerakan pendidikan dan kebudayaan maka, terus melakukan advokasi, pendampingan dan pembinaan serta rehabilitasi setelah trauma atas kejadian yang dialami.”Dan itu tugas kita,”tandasnya.

Ditanya adanya pendapat sanksi yang bermunculan, termasuk hukuman kebiri, Haedar yang datang bersama istrinya ini mengungkapkan, bahwa kebiri itu belum ada dasar hukumnya, itu juga baru sekedar wacana.

“Yang penting adalah hukum seberat – beratnya, dan gunakan perangkat hukum yang sudah ada,”tegasnya.
Itu artinya, kata Haedar, negara atau aparat hukum harus mengambil hukum yang maksimal. Hukum seberat – beratnya utamanya untuk pelaku yang sudah akil baligh.

Menyinggung ukuran bangsa dan umat yang maju, menurutnya, ukuran kemajuan menurut Muhammadiyah, yang pertama adalah mentalitas atau akhlak, bukan sekedar kognisi.
Ia menilai Indonesia mulai tertinggal dari bangsa lain karena terkena penyakit langkah mundur.

Redaksi muhammadiyahlamongan.com menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *