MuhammadiyahLamongan.com- Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah mengadakan Seminar Parenting dan Pelatihan Bermain Bercerita dan Bernyanyi untuk guru ngaji se-Kabupaten Lamongan yang bertempat di Masjid Al-Muttaqin Karanggeneng, pada Senin (7/7/2025). Kegiatan tersebut mengambil tema Menjadi Pencetak Generasi Alqurani Harapan Ummat Bersama Nasyiah.
Tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut, agar guru ngaji TPA memiliki kemampuan yang layak dan kreatifitas yang tinggi dalam mendidik.
Kegiatan ini banyak diminati sehingga lebih dari 200 lebih guru ngaji di Kabupaten Lamongan yang hadir, karena mereka tau bahwa pematerinya adalah seorang pendongeng dengan ilustrasi suara terbanyak dan audiens terbanyak.
Pemateri langsung dari Yogyakarta, yakni Bimo Suryono yang akrab dipanggil Kak Bimo sejak tahun 1972 berkecimpung dalam dunia mendongeng. Sebagai penemu metode “Story-Based Teaching” dan pencipta cerita tercepat, dia selalu membuat peserta parenting tertawa kocak dengan kemampuan menirukan ratusan suara baik itu suara manusia maupun binantang. Jangankan anak-anak orang dewasa pun sampai terbahak-bahak.
Pada kesempatan itu dia menyampaikan banyak materi yang bisa diadopsi oleh seluruh guru yang hadir untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mendidik anak-anaknya sendiri maupun anak didik dengan metode bermain, bercerita, dan bernyanyi.
Dalam metode BCM, anak-anak membutuhkan taman untuk bermainnya. Taman itu meliputi keluarga, sekolah, lingkungan, dan media massa.
Untuk itu taman didirikan atas 3 prinsip yaitu prinsip kemanfaatan, prinsip keceriaan, dan prinsip keterkendalian. Maka yang disampaikan kepada anak-anak harus sesuatu yang bermanfaat, kemudian disampaikan dengan ceria dan tetap terkendali.
Mengenal Metode Pembelajaran BMC
Metode BCM adalah cara mendidik yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga mereka cepat dan mudah memahami. Jika anak-anak senang maka mereka juga akan mudah memahami. Namun jika kita menyampaikannya tidak menyenangkan maka dunia bermain anak-anak akan menjadi dunia lain. Seketika gemuruh tawa peserta menyertai. Akan tetapi permainan yang kita buat harus edukatif dan islami. Apa yang kita tanamkan kita jaga dan kita bina adalah keyakinan.
- Mengapa metode BCM pas dengan anak-anak? Karena anak-anak itu suka gerak dan dunia mereka adalah bermain. Bahkan merekapun belajar kehidupan dengan cara bermain. Contohnya bermain dokter-dokteran, masak-masakan dan lain-lainnya. Namun tidak hanya sekedar permainan akan tetapi dijelaskan pula maknanya.
- Mengapa metode BCM pas dengan anak-anak? Karena anak-anak itu suka gerak dan dunia mereka adalah bermain. Bahkan merekapun belajar kehidupan dengan cara bermain. Contohnya bermain dokter-dokteran, masak-masakan dan lain-lainnya. Namun tidak hanya sekedar permainan akan tetapi dijelaskan pula maknanya.
- Bagaiman cara bercerita yang baik? Agar supaya kita bercerita dengan baik , maka ada 2 unsur yang harus diperhatikan yaitu materi yang bagus dan penyajian yang bagus. Materi yang bagus bisa diambil dari siroh-siroh atau kisah-kisah dalam Alquran.
Perlu juga diterapkan 5 tips bercerita yang baik supaya dalam penyajian cerita bisa bagus antara lain yaitu:
- Berdiri di atas 2 kaki ( kaki tegak )
- Selama bercerita rendahkan badan
- Tangan selalu diangkat ke atas pinggang lalu melebar ( tangan selalu bergerak )
- Wajah ceria ( mata dan bibir melebar )
- Pindah tempat 4 langkah . Ke arah kiri untuk ekspresi senang, ke arah kanan untuk ekspresi sedih, dan di tengah untuk zona nyaman
Bagaimana mengubah-ubah suara?
Kalau ingin intonasi yang indah maka harus diperhatikan emosi, menemukan berbagai macam suara dengan memperhatikan nada suara. Suara sedang biasa digunakan untuk narasi, dan suara kecil untuk anak-anak, namun suara besar biasa digunakan pada situasi marah.
Penulis Elis Nurhayati, Editor Ma’in
