Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Pemuda Muhammadiyah Harus Jadi Lokomotif Pemberdayaan Desa

1 min read

muhammadiyahamongan-Pemuda Muhammadiyah terutama harus menjadi lokomotif pemberdayaan desa. Jadilah bagian dari solusi bukan masalah, bentuk gerakan ekonomi berbasis kreatif, inovatif dan kolaborasi, market society, dan desa menjadi locus gerakan utama.

Hal ini disampaikan Ketua LPCR PWM Jawa Timur, Hasan Ubaidillah, saat menjadi narasumber di acara Creative Discuss bertemakan Implementasi UU Desa dan upaya memperkuat basis gerakan Pemuda Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting yang diselenggarakan oleh bidang Hikmah dan Hubungan antar lembaga PDPM Lamongan, Jumat (31/1) kemarin di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lamongan.

“Sejatinya, mencapai tujuan dan target pemberdayaan desa, semua komponen harus dilibatkan, dari lansia, ibu rumah tangga, sampai yang menjadi penggerak nya adalah pemuda, jangan sampai kita membuat jarak yang sangat jauh dalam proses pemberdayaan desa,” terang Hasan Ubaidillah.

Menurutnya permasalahan kehidupan di desa yang masih dianggap sebagai ruang hidup sementara dan sub sistem kota, membuat desa menjadi tempat yang subur untuk dijadikan sebagai ekspansi bisnis, investasi maupun eksploitasi bagi pemodal besar.

“Padahal sejatinya, dari desa-lah ruang hidup, corak kehidupan dan regenerasi serta reproduksi berjalan, pintu terakhir produksi kebutuhan pokok kita sebagai warga negara,” ungkap Cak Ubed, sapaan akrabnya saat mengawali diskusi.

Dalam paparannya, Cak Ubed juga menyampaikan bahwa ada 72 ribu BUMDES di Indonesia, sayangnya hanya 200 saja yang benar-benar berhasil menjadi sumber ekonomi bagi desa.
“Dari 72 ribu, hanya ada 200 saja yang benar benar berhasil, kira kira pertanyaan nya kenapa gagal? ,” tanya pria yang juga dosen UMSIDA ini.

Biasanya, kegagalan itu disebabkan oleh kepemimpinan desa yang tidak bersifat entrepreneur, tidak melihat potensi hanya meniru, pengelolaan hanya sampingan, konflik biasa nya terjadi gara gara pengelolaan keuangan, sambungnya.

Di sisi lain, Ketua PDPM Lamongan, Anang Nafiuzzaki menyampaikan bahwa kedepan segera akan kita bentuk follow up dari pembahasan diskusi ini.

“Diskusi kreatif ini sudah berjalan sekitar 3 bulan dengan tema tema menarik setiap bulannya dan sangat implementatif untuk menjadi gerakan pemuda Muhammadiyah kedepan,” pungkasnya. (Irfan)

Redaksi MuhammadiyahLamongan.com hadir di tengah derasnya arus informasi dari media pemberitaan online. Dan menyajikan suguhan dakwah media massa yang sejuk, Islami dan berkemajuan. Berbasis komunitas dan berpedoman pada tujuan persyarikatan Muhammadiyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *